AMBON,AT-Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera dan Aceh menelan ratusan korban jiwa serta merusak ribuan rumah memantik simpati dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari SD Alfatah 2 Ambon yang menggelar aksi penggalangan dana.
Aksi itu sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Mereka menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu warga yang terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan bertema Pray for Sumatra itu melibatkan seluruh siswa serta dewan guru hingga orang tua.
Menurut Rizal Salasa, SPd.I bahwa, aksi solidaritas ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk menanamkan nilai kemanusiaan dan empati sejak dini.
"Para siswa dengan antusias menyisihkan sebagian uang jajan mereka, sementara para guru turut memberikan kontribusi sebagai dukungan terhadap saudara-saudara yang tengah menghadapi musibah besar, begitupun dengan orang tua, " ungkap Rizal saat bincang-bincang dengan Ambon Terkini.Id di Ambon, Selasa (9/12).
Pada kesempatan itu, Rizal juga menyampaikan rasa bangga atas ketulusan seluruh keluarga besar SD Alfatah 2 Ambon dalam kegiatan tersebut.
"Aksi ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga simbol solidaritas antarumat manusia sekaligus penguatan nilai toleransi dalam kehidupan sosial dan beragama, " tegasnya.
Menurutnya, bencana banjir yang melanda tiga provinsi di Sumatra itu telah menyebabkan kerusakan parah, mulai dari infrastruktur, tempat usaha, hingga permukiman warga. Melalui kegiatan kemanusiaan ini, kami berharap bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban para korban, sekaligus menjadi doa bersama agar bencana segera teratasi.
"Selaku pimpinan di sekolah ini, saya mengapresiasi seluruh siswa, dewan guru, orang tua dan masyarakat sekitar yang telah memberikan sumbangsih dalam gerakan Pray for Sumatra. Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal batas, dan kepedulian kecil sekalipun memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan, " katanya.
Rizal mengisahkan kembali bahwa, wilayah Aceh yang kini kembali diterjang musibah, pernah mengalami bencana besar tsunami pada 26 Desember 2004. Musibah itu mengingatkan pentingnya bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.
“Kita yang tinggal di Ambon, di Timur Indonesia bisa belajar, bermain, makan enak, dan tidur nyenyak. Sementara saudara kita di Aceh dan Sumatera, wilayah mereka rusak rata dengan tanah, rumah hilang tidak berbekas, bahkan ada yang kehilangan ayah, ibu, atau sanak saudara,” ujarnya dengan penuh empati.
Karena itu, Rizal menegaskan bahwa sekecil apa pun uluran tangan akan menjadi cahaya yang menghangatkan harapan mereka yang sedang tertimpa musibah.
“Semoga sedikit rizki yang kita sisihkan dapat meringankan beban para korban dan tercatat sebagai amal ibadah yang diganjar kebaikan oleh Allah SWT, " tutur Rizal menutup pembicaraan. (Cal)
Dapatkan sekarang