Kumer Berikan Dampak Bagi SMP Negeri 10 Ambon 
Kepsek SMA 10 Ambon, Ineke Tuhumury S. Pd saat dialog di Ameks Radio, kemarin. --Jardin/Ameks.
FaizalLestaluhu
24 Sep 2023 10:53 WIT

Kumer Berikan Dampak Bagi SMP Negeri 10 Ambon 

AMBON,AT-Implementasi Kurikulum Merdeka (Kumer) sangat dibutuhkan oleh satuan pendidikan terutama bagi sekolah – sekolah yang telah ditetapkan sebagai sekolah penggerak. Salah satunya adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Ambon. 

Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Ambon, Ineke Tuhumury, S.Pd dalam Talkshow “ Ameks Menyapa Pendidikan “  yang disiarkan Radio Ameks, Sabtu (23/9) mengaku, sejak tahun 2022 sekolah yang dipimpinnya itu telah ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak angkatan kedua bersama – sama dengan  SMP Negeri 8 Ambon, SMP Negeri 10, dan  SMP Negeri 24 Ambon. 

Setelah sekolahnya ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak, Kumer merupakan kewajiban untuk dilaksanakan.

 “Kumer sangat memberikan dampak positif bagi sekolah kami. Awalnya, setelah mendapatkan Kumer dari Pusat, Dewan Komite Pendidikan (DKP) langsung menindaklanjutinya kepada guru – guru sehingga dapat diterapkan disetiap proses pembelajaran, “ kata Tuhumury. 

Dia membeberkan, seiring dengan berjalannya Kumer di tahun ajaran kedua sudah diterapkan kepada siswa kelas VII dan kelas VIII. Karena itu, untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di Kota Ambon, SMP Negeri 10 Ambon siap berbagi pengetahuan tentang cara implementasikan Kumer kepada sekolah lainnya yang masih menggunakan mandiri belajar dan mandiri berubah. 

"Kami selalu siap berbagi pengetahuan tentang implementasi Kumer kepada sekolah lain, " tutur dia. 

Kepsek yang dikenal ramah dan senyum ini mengaku, di tahun 2022 tidak semua guru dilibatkan oleh dewan komite pembelajaran yang mendapat In House Training langsung dari Kementerian Pendidikan Nasional.

"Olehnya itu, tugas DKP mengimplementasikan kepada semua guru sehingga guru dapat mewujudkannya dalam proses pembelajaran, " beber dia. 

Dia menambahkan, dampak dari pelaksanaan Kumer terhadap kualitas pembelajaran, lulusan maupun tenaga pendidik dan kependidikan sangat dirasakan oleh SMP Negeri 10 Ambon. Hal tersebut dibuktika dengan para guru yang telah merubah mindset atau pola pembelajaran di sekolah. 

“Kalau dulu guru mengajar sesuai dengan keinginannya, tapi dengan penerapan kurikulum merdeka, pendidikan harus berpusat pada peserta didik sehingga guru hanya menuntun para siswa sehingga mereka dapat mencapai kenyamanan  dan ketenangan serta keinginan dalam proses belajar mengajar, “ katanya. 

“Prinsipnya demi kualitas dan mutu pendidikan, kami tetap mensupport pendidikan anak – anak untuk mengikuti setiap lomba baik dibidang akedemik maupun non akademik, “ tutup dia.(DS)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai