NAMROLE,AT-Buru Selatan merupakan salah satu kabupaten yang topografi sangat esktrim, khususnya untuk beberapa desa di wilayah itu. Hal ini mengakibatkan pendistribusian logistik Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden, DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten kota, menjadi kendala utama bagi petugas. Jalan licin dan jembatan yang putus akibat cuaca ekstrim, menjadi tantangan dalam proses distribusi logistik Pemilu yang akan digunakan saat proses pemungutan dan perhitungan suara yang akan berlangsung hari Rabu (14/2) besok.
Kondisi ini mengakibatkan, petugas pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus memikul logistik Pemilu menyusuri tengah hutan kurang lebih satu jam hingga sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kondisi ini diterjadi di Kecamatan Fena Fafan Kabupaten Buru Selatan. Di wilayah ini ada satu jembatan yang ambruk dan tidak bisa dilewati oleh kenderaan roda dua maupun empat. Jembatan ini menghubungkan lima desa dalam wilayah Kecamatan Fena Fafan. Lima Desa itu, yakni desa Batu Karang, Desa Siwatlahin, Trukat, Waelouw dan Waeraman. Karena terdesak dengan waktu dan logistik Pemilu harus tiba di TPS, maka petugas pengamanan yang ikut serta dalam distribusi logistik pemilu harus memikul logistik tersebut menyusuri hutan.
Di Kecamatan Kepala Madan, tantangan juga di hadapi dalam distribusi logistik pemilu. Transportasi laut yang digunakan untuk mendistribusi logistik pemilu dihadang gelombang akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Longboad dan Landen Cinta Damai 01 yang digunakan untuk mendistribusi logsitik pemilu harus berjibaku dengan ombak akibat ganasnya gelombang akibat musim barat yang saat ini melanda wilayah kecamatan tersebut.
Di kecamatan Waesama, kendala juga dihadapi petugas dalam mendistribusi logistik Pemilu. Hal ini terlihat di ruas jalan menuju kecamatan itu. Mobil truk yang membawa logistik Pemilu harus melewati sejumlah sungai, karena belum ada jembatan. Kondisi ini membuat distribusi logistik pemilu di Kecamatan Waesama harus dilakukan petugas secara hati-hati karena harus menerjang sungai di wilayah tersebut untuk membawa logistik ke sejumlah desa yang berada di kecamatan Waesama.
Kendati ditantang dengan kondisi alam yang ekstrim, namun proses pendistribusian logistik pemlu tetap berjalan hingga tiba di TPS.
Kapolres Buru Selatan, AKBP M Agung Gumilar yang dikonfirmasi wartawan disela-sela penditriusian logistik Pemilu mengakuihal tersebut. Hanya saja perwira dengan dua medali dipundak mengaku wilayah di kecamatan Fena Fafan sudah tidak ada masalah karena ada tim yang telah diturunkan lebih awal untuk melakukan pemantauan lokasi distribusi logistik Pemilu.
“Memang ada wilayah yang ekstrim. Tetapi sesuai dengan laporan dari tim yang diturunkan lebih awal sudah bisa diatasi,” ujar Gumilar.
Sebelumnya, Camat Fena Fafan Ishak Soulisa juga telah mewanti-wanti bahwa, proses distribusi logistik pemilu di Kecamatan Fena Fafan, tetutama lima desa akan mengalami sedikit kendala. Hal ini dikarenakan jembatan darurat yang di Sungai Waemala yang menjadi satu-satunya jalan menuju lima desa tersebut ambruk akibat cuaca ekstrim.
"Kami telah membangun koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memperbaiki jembatan tersebut, salah satunya pemilik perusahan yang beroperasi di wilayah Fena- Fafan, namun hingga kini belum juga dilakukan, " pungkasnya. (Edy)
Dapatkan sekarang