Kompetensi Pendakwah di Ambon Ditingkatkan Menjelang Tahun Politik 2024
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, H. Yamin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Abdullah Latuapo saat menyampaikan materi pada kegiatan kompetensi Da’i dan Da’iah dalam menghadapi tahun politik 2024, di ruang rapat gedung Ashari Al-Fatah, Selasa (5/9).
DOK. LAIM
Admin
06 Sep 2023 08:25 WIT

Kompetensi Pendakwah di Ambon Ditingkatkan Menjelang Tahun Politik 2024

AMBON,AT.--Masjid dan mimbar-mimbar keagamaan lainnya kerap dieksploitasi untuk ruang kontestasi politik praktis yang justru menyebabkan pembelahan umat. Olehnya itu, para pendakwah perlu memiliki kompetensi yang memadai dalam berdakwah dan berkhutbah.

Menyadari hal itu, Yayasan Masjid Raya Al-Fatah Ambon, Lembaga Antar Iman Maluku (LAIM) dan Yayasan Sombar Negeri yang didukung Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggelar pelatihan upgrading kompetensi dai dan daiah dalam menghadapi tahun politik 2024, di ruang rapat gedung Ashari Al-Fatah, Selasa (5/9). Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta yang terdiri dari penyuluh Kementerian Agama (Kemenag), dai dan daiah IAIN Ambon, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya.

Direktur Lembaga Antar Iman Maluku (LAIM), Dr. Abidin Wakano kepada Ambon Ekspres mengatakan, setidaknya ada tiga utama kegiatan tersebut, yakni mengembangkan kapasitas sumber daya dai dan daiah sebagai figur panutan publik yang memiliki komitmen dan tanggunggungjawab keumatan sekaligus kebangsaan, memperluas pengetahuan dan pemahaman tentang fenomena populisme beragama di tahun politik, dan menyediakan naskah-naskah khutbah berisi pesan kebutuhan untuk memperkuat ketahanan kedaulatn NKRI.

"Kegiatan ini sangat penting karena menjelang tahun 2024 ini banyak panggung-panggung agama, khusus di Islam itu dieksploitasi untuk kepentingan politik praktis, politik kekuasaan. Kita belajar dari periode-periode (pemilu) lalu terjadi pembelahan masyarakat dan umat yang luar biasa karena hoaks, ujaran kebencian, perbedaan pandangan dan pilihan politik dan lain sebagainya,"kata Abidin seusai kegiatan tersebut.

Menurut Abidin, dai merupakan penyambung lidah nabi Muhammad SAW dalam konteks berdakwah. Olehnya itu, harus menjadi kekuatan untuk mempersatukan umat lewat menyampaikan pesan-pesan damai, egaliter, tidak terpapar hoaks, dan bahkan bisa melawan hoaks.

"Jadi, kompetensi mereka perlu diupgrade untuk mengantisipasi hal-hal seperti itu. Hal lain, dari kegiatan ini juga diharapkan akan melahirkan materi-materi khutbah Jumat dan dakwah yang akan disebarkan ke berbagai pelosok, masjid-masjid di Maluku, dan akan menjadi buku,"jelas Abidin

Abidin berterima kasih dan mengapresiasi Kepala Densus 88 Antiteror, Irjen Pol Marthinus Hukom yang mendukung kegiatan-kegiatan deradikalisasi. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya melawan paham radikalisme yang tidak lagi mengedepankan pendekatan keamanan (security approach), tetapi lebih mengutamakan deradikalisasi.

"Kami dari Yayasan Masjid Raya Al-Fatah, (LAIM dan Yayasan Sombar Negeri mengapresiasi Pak Kadensus yang telah mendukung upaya dalam rangka deradikalisasi. Mencerahkan masyarakat yang terpapar (paham radikalisme) dengan pendekatan sosial keagamanan yang lebih lembut. Karena itu Densus selalu bekerja sama dengan kelompok-kelompok sosial keagamaan, salah satunya seperti yang dilaksanakan hari ini,"pungkasnya.

Adapun narasumber pada kegiatan tersebut ialah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, H. Yamin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Abdullah Latuapo, Ketua Satgas Densus 88 Anti Teror Polri Wilayah Maluku Kombes Pol I Wayan Sukarena, Ketua Yayasan Sombar Negeri Maluku, Hasbollah Toisuta, dan jurnalis Harian Ambon Ekspres, Tajudin Buano. Fasilitator kegiatan Dr. Abidin Wakano dan Dr. Mualim, MA. (tab)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai