AMBON,AT-- Kolaborasi yang digagas dua pergurun tinggi Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) dan Universitas Kristen Indonesi Maluku (UKIM) mendapat pujain setinggi langit dari Wakil Menteri (Wamen), Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesi, Prof. Dr. Fauzan.
Pujian itu disampaikan langsung saat menghadiri dan membuka langsung kegiatan Ambon Youth & Harmony Summit 2026, yang berlangsung di ruang Aula LLDIKTI Wilayah XII Maluku, Kota Ambon, Kamis (5/11/2026).
Ia mengatakan, gagasan dari dua kampus ini merupakan bukti nyata peran perguruan tinggi dalam bukan sekedar menuntut ilmu tetapi mempunyai peran aktif di tengah-tengah masyarakat.
" Kami (saya) sangat menyambut gembira hari ini secara formal 2 kampus menginginkan masa depan anak muda di Ambon, anak muda di Maluku tidak hanya sekedar dapat mengenyam pendidikan yang biasa-biasa saja, tapi peran kampus di tengah-tengah masyarakat ," ujarnya dihadapan Wagub Maluku dan Walikota Ambon.
Meski begitu, Wamen mengingatkan kepada suluruh Mahasiswa dan Mahasiswi, untuk kembali membangun daerah jika telah menjadi orang sukses.
" Tetapi jangan lupa juga setelah saudara hebat harus kembali membangun daerahnya masing-masing, karena hanya dengan cara itu Maluku Ambon akan bisa menjadi maju kedepannya ," katanya.
Ia berharap, Kampus harus menjadi arsitektur pembangunan nasional, tidak boleh berada didalam menara gading.
" Kampus harus menjadi arsitektur pembangunan nasional, karena kampus menjadi arsitektur pembangunan nasional maka kampus tidak boleh berada di dalam menara Gading, kampus adalah pusat orang-orang pintar, pusat riset, pusat-pusat perilaku-perilaku yang berbasis moral baik moral sosial moral agama apalagi moral akademik, tetapi kita ingin kementerian pendidikan tinggi, menginginkan kampus harus mengambil peran, kampus harus menjadi salah satu problem kebangkitan anak-anak muda bergagasan tinggi," harap Wamen.
Rektor UKIM, Dr. Steve G. C. Gaspersz dalam sambutannya mengatakan, toleransi tidak boleh berhenti pada sikap saling menghormati dan hidup berdampingan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menuturkan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam merawat perdamaian sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda.
Hal tersebut, lanjut Gasperz, harus terus dihidupkan, tidak hanya dalam kehidupan sosial, tetapi juga di lingkungan pendidikan, dunia kerja, hingga ruang digital demi masa depan bangsa dan negara.
" Tidak ada tempat yang lebih tepat untuk mengerjakan Damai itu selain di perguruan tinggi di kampuslah anak-anak muda dan latar yang berbeda belajar duduk di bangku yang sama berdebat dengan argumen dan bukan dengan perasangka serta meneliti persoalan bersama untuk menemukan jawaban ," pungkasnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku, Faris Al-Fadhat mengatakan, tahun 2023 kedepan generasi Muda Maluku harus menjadi pemimpin bangsa majukan daerah.
" Program ini kami rancang untuk mempersiapkan generasi muda, kalau kita lihat yang hadir di ruangan ini mungkin kita tidak sadari secara bersama-sama para mahasiswa kemungkinan tahun 2030 tahun dari sekarang merekalah yang akan memimpin Provinsi maluku kedepannya," ujarnya.
Karena itu, ia menyakini bahwa, perdamaian di Provinsi Maluku tidak cukup hanya hidup berdampingan semata, tapi kita harus memberikan kesempatan kepada seluruh generasi muda, mempersiapkan mereka untuk menguasai ilmu bidang tehknologi, bidang ekonomi kreatif dan lainnya.
" Knsorsiung ini harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, Kami ingin melihat anak-anak Kami para mahasiswa siswa siswa SMA melalui kolaborasi dua kampus dan Insyaallah di tahun depan kita akan terus ajak kampus-kampus yang lain baik swasta maupun negeri agar nanti mahasiswa kita duduk bersama-sama menciptakan karya-karya nyata sehingga provinsi Maluku yang kita idam-idamkan menjadi profesi yang tidak hanya Damai Tapi juga provinsi yang maju ke depannya," tegas Faris.
Wagub, Maluku, Abdullah Vanath mengatakan, kemajuan sebuah pendidikan bukan saja ditentukan oleh kurikulum yang baik, dosen yang berkualitas tetapi juga ditentukan oleh dukungan masyarakat disekelilingnya.
" Semoga acara ini bisa berjalan baik dan ikut membantu pemerintah dalam menjaga dan merawat kerukunan antar umat beragama di Maluku dan semoga kampus-kampus yang lain juga bisa ikut mengambil bagian dalam kolaborasi ini kedepannya," harap Wagub singkat. (SLP).
Dapatkan sekarang