Kisah Maria Rahayaan Melawan Katarak Lewat Operasi Bakti BCA
Maria Rahayaan saat menjalani operasi katarak. --Istimewa.
FaizalLestaluhu
17 Oct 2023 15:34 WIT

Kisah Maria Rahayaan Melawan Katarak Lewat Operasi Bakti BCA

AMBON,AT-Peringati Hari Penglihatan Sedunia, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), melalui kegiatan CSR Bakti BCA menggelar Program Bakti Sosial Operasi Katarak sepanjang Oktober 2023.

Program tersebut bekerja sama dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK PERDAMI). Kali ini, Maluku Tenggara menjadi pusat pelaksanaan program itu, tepatnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karel Sadsuitubun, 12-13 Oktober 2023.

Ada 150 pasien dari wilayah Kepulauan Kei Kecil, Tual, Maluku Tenggara yang telah memenuhi kriteria medis untuk menjalani operasi katarak dari tim dokter spesialis mata, salah satunya Maria Rahanyaan , Ibu empat anak yang berasal dari Tual.

Ibu rumah tangga ini menderita katarak di kedua matanya, sehingga membuatnya tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan, membuatnya harus berhenti kerja dan mengurangi aktivitas pelayanannya di tempat ibadah.

Bukan hanya itu, suami Rahayaan yang berprofesi sebagai nelayan harus rela berhenti melaut sebab harus mengurus istrinya yang tidak bisa melihat.

Akhirnya, harapan untuk bisa melihat melihat lagi ketika program CSR BCA bersama SPBK PERDAMI dilaksanakan. Sedikit demi sedikit, Rahayaan mulai bisa kembali melihat cahaya. Kini, Rahayaan sudah bisa melihat kembali wajah keluarganya setelah mengikuti operasi katarak.

Menurut Titi Yusnarti, VP Corporate Social Responsibility BCA Titi Yusnarti bahwa, program Bakti BCA Kesehatan, operasi katarak merupakan salah satu wujud nyata komitmen perseroan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan upaya menurunkan angka kebutaan akibat katarak di Indonesia.

“Alasan kami memilih Tual sebagai salah satu target lokasi dari rangkaian program ini karena Pulau Kei Kecil cukup jauh dari Ibukota provinsi. Selain itu, RS di pulau ini belum dilengkapi fasilitas kesehatan mata, sehingga banyak pasien katarak tidak terjangkau layanan kesehatan mata yang cukup memadai, " ungkap Titi.

Titi pun menyadari sungguh bahwa, kesehatan mata perlu dijaga agar seseorang dapat memaksimalkan produktivitas dan perannya di dalam komunitas.

”Setelah Kabupaten Maluku Tenggara, di bulan ini juga, kami akan akan melanjutkan operasi katarak di Bandung, Lampung hingga Manokwari. Sepanjang tahun ini, Bakti Sosial Operasi Katarak BCA telah dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Puruk Cahu, Kalimantan Tengah dan Batam, Kepulauan Riau dan menjaring hampir 300 pasien, " terang Titi. 

Dikatakan, pihaknya selalu rutin menyelenggarakan kegiatan operasi katarak sejak 2001.

"Di tahun 2022 lalu BCA telah mensponsori 803 operasi katarak di beberapa tempat di Indonesia, serta memberikan layanan medis kepada lebih dari 15.688 ribu pasien," pungkas Titi dalam rilisnya yang diterima Ambon Terkini, Selasa (17/10). 

Sementara itu, Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA mengatakan, penyakit katarak masih merupakan penyakit gangguan mata yang cukup mendesak di Indonesia dan dapat mempengaruhi seseorang dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari mereka.

"Kami berharap program Bakti BCA dapat menjangkau lebih banyak wilayah sehingga dapat turut mengurangi angka penderita katarak di Indonesia. Tidak hanya memberikan operasi katarak, BCA juga secara proaktif memberikan dukungan dengan menyediakan bantuan alat-alat operasi katarak untuk mendukung SPBK PERDAMI," singkatnya.

dr Faraby Martha, Perwakilan PERDAMI Pusat, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas langkah BCA yang terus memperluas program bakti sosial operasi katarak ke berbagai daerah untuk terus menjangkau pasien-pasien katarak di seluruh pelosok Indonesia, termasuk di Maluku.

"Semoga dengan kolaborasi yang semakin kuat, bersama-sama kita berharap dapat terus mengurangi angka penderita katarak," ringkas Martha.

Maria Rahayaan, pasien katarak menuturkan, program ini sangat membantu penderita katarak  di Pulau Kei Kecil.

"Saya berharap setelah bisa melihat lagi,  suami saya bisa melaut lagi dan saya juga bisa beraktivitas lagi, urus suami, Anak-anak, dan pelayanan di Gereja," kunci Rahayaan. (Cal) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai