Kinerja MTH Diapresiasi, Rauf: Patut Dicontoh Kepala Daerah Lain
Rauf Pelu (Dok. Pribadi)
Admin
12 Jan 2026 22:23 WIT

Kinerja MTH Diapresiasi, Rauf: Patut Dicontoh Kepala Daerah Lain

AMBON, AT – Tokoh masyarakat Maluku, Rauf Pelu, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian pembangunan di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) di bawah kepemimpinan Muhammad Thaher Hanubun (MTH). Menurutnya, rekam jejak MTH selama satu periode penuh hingga memasuki tahun kedua periode kepemimpinannya saat ini, menunjukkan perubahan yang sangat signifikan.

Penilaian ini Rauf sampaikan setelah berkunjung ke Maluku Tenggara pekan lalu. Kata dia, keberhasilan MTH dalam menata infrastruktur dan menjaga harmoni sosial merupakan standar kinerja yang patut ditiru oleh kepala daerah lain di Maluku.

Salah satu poin krusial yang disoroti Rauf adalah keberhasilan Maluku Tenggara meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama lima tahun berturut-turut.

“Capaian WTP lima kali berturut-turut itu sangat luar biasa, meski mungkin kurang terekspos media. Ini membuktikan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah yang sangat baik,” ujar Rauf Pelu kepada wartawan di Ambon, Senin (12/1/2026).

Selain tata kelola keuangan, Rauf juga memuji lompatan besar dalam pembangunan fasilitas publik. Berdasarkan pantauannya langsung di lapangan, pembangunan jalan, jembatan, hingga penataan kota di Malra saat ini jauh lebih indah dan tertata dibandingkan periode pemerintahan sebelumnya.

Rauf mengaku terkesan dengan komitmen Bupati MTH dalam memperkuat toleransi beragama melalui pembangunan infrastruktur spiritual. Di Kecamatan Kei Kecil saja, terdapat hampir 20 rumah ibadah, baik Masjid, Gereja Katolik, maupun Gereja Protestan yang dibangun dengan arsitektur yang indah.

“Beliau membangun tanpa melihat sekat agama. Fokusnya adalah kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat secara merata. Masjid dan gereja di sana dibangun dengan sangat bagus, ini simbol pemerataan yang nyata,” tuturnya.

Gerbang Pariwisata Maluku

Dari sisi ekonomi kreatif, Rauf menyebut Maluku Tenggara kini telah bertransformasi menjadi gerbang pariwisata Maluku. Kesuksesan penyelenggaraan agenda tahunan seperti Festival Meti Kei telah menarik perhatian wisatawan lokal hingga mancanegara.

Namun, ia mengingatkan agar potensi ini terus didukung secara finansial oleh Pemerintah Pusat. “Jangan sampai beban anggaran hanya bertumpu pada Pemkab Malra atau Pemprov Maluku. Dukungan infrastruktur dan anggaran pusat sangat diperlukan agar pariwisata Kei semakin mendunia,” harapnya.

Terkait persoalan konflik antarwarga yang masih terjadi, alumni Fakultas Hukum Universitas Darussalam Ambon ini memuji langkah responsif Bupati MTH. Ia menilai Bupati tidak hanya memantau situasi melalui media sosial, tetapi turun langsung ke lokasi konflik untuk melakukan rekonsiliasi.

“Siapa yang menginginkan konflik? Itu musibah. Namun, gebrakan Pak Bupati sangat luar biasa dalam menciptakan perdamaian. Beliau menggunakan pendekatan adat yang menyentuh akar rumput, di samping proses hukum yang tetap berjalan,” jelas Rauf.
Ia berharap publik Maluku dapat melihat kinerja nyata ini secara objektif sebagai bukti transformasi Maluku Tenggara menuju daerah yang lebih maju dan damai. (*)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai