AMBON,AT-Cabang olahraga (Cabor) kickboxing akhirnya resmi dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XXI di Aceh-Sumut,
8 September mendatang. Ini jadi sinyal gembira bukan cuma bagi atlet, tapi juga pelaku lain di dalamnya.
Menurut Albert Fenanlampir, Ketua Pengurus Provinsi Kickboxing Indonesia (Pengprov KBI) Maluku bahwa, cabor kickboxing pertama kali dipertandinkan sebagai eksebisi pada PON XX Papua.
"Waktu itu (PON Papua) hanya berlangsung selama dua hari. Penyelenggaraan berlangsung sukses dan menunjukkan kompetisi yang sengit, tapi masih sebatas eksebisi saja, " ungkapnya kepada Ambon Ekspres di Ambo, akhir pekan kemarin.
Karena berjalan suskes, lanjut Fenanlampir, maka hal itu membangkitkan semangat para pengurus kickboxing di daerah.
"Kinerja PP KBI sangat luar biasa karena telah menyukseskan penyelenggaraan eksebisi kickboxing di PON Papua. Kini, lembaran sejarah telah terukir di Bumi Cenderawasih sebagai jembatan kickboxing menuju cabor resmi PON tahun ini, " ulasnya.
Menurut mantan Sekum KONI Maluku ini, kickboxing memang sudah layak sebagai cabang olahraga yang diperhitungkan tingkat kompetitifnya.
"Apalagi dalam beberapa tahun belakangan, perkembangannya terbilang pesat, " katanya.
Kini, kata Fenanlampir, kickboxing sudah masuk menjadi cabang olahraga (cabor) resmi yang dipertandingkan pada PON 2024 di Sumatera Utara (Sumut)-Aceh. Itu artinya persaingan untuk merebut medali bakal ketat.
"Pertandingan eksebisi PON XX Papua lalu, menjadi gambaran bakal ketatnya persaingan dalam perebutan medali pada PON XXI Sumut-Aceh 2024, sangatlah ketat, " nilai Fenanlampir.
Ketua Binpres PP KBI ini juga menilai, perkembangan olahraga kickboxing yang sudah begitu menggurita di Tanah Air, memang pantas menjadi cabor resmi dipertandingkan pada PON tahun ini.
"Pengprov KBI Maluku akan terus berbenah untuk menyiapkan atlet jelang ajang berskala nasional tersebut, " katanya.
Fenanlampir berharap, para atlet cabor ini bisa memberikan hasil maksimal di PON nanti meskipun waktu persiapan menuju ajang PON hanya dua bulan lebih.
"Walau semua penuh dengan keterbatasan, saya yakin jika diberikan dukungan pasti atlet bisa lebih baik lagi di PON karena cukup banyak bibit atlet kickboxing potensial di Maluku. Kami minta doa dan dukungan dari semua warga di daerah ini agar pada saatnya nanti Anak-anak (atlet) bisa pulang membawa medali ke Tanah Maluku, " tutup Fenanlampir. (CAL)
Dapatkan sekarang