AMBON,AT-Mantan-mantan pemain sepakbola yang tergabung dalam tim Liang Legend menggelar laga silaturahmi melawan tim Asprov Legend. Laga yang berlangsung di Lapangan Desa Liang tersebut, diikuti oleh beberapa mantan pemain Liga Indonesia yang memperkuat tim Liang Legend sebut saja, Mursyd Mony (Deltras Sidoarjo) Jefry Samual (Persitara), Mukhlis Mony (Mitra Surabaya, Asabab), Ramli Kapele (Kapele).
Sementara di kubu Asprov diperkuat Aji Lestaluhu (PS Makassar), Saiful Lewenussa ( Persela Lamongan), Ali Lestaluhu (Persemalra) hingga Sofyan Lestaluhu (Persijatim).
Selain itu, pada laga silaturahmi ini juga diikuti mantan-mantan pesepak bola era 90-an hingga 2000-an. Rajak Samual (Maluku Putra), Idris Rehalat, Mohammad Lessy (Pra PON Jatim). M Jen Sangadji, Jul Kaisupy, Muslimin. Menariknya, politisi nasional, Asis Samual, juga ambil bagian dalam laga silahturahmi tersebut.
Kepada media ini, Azis bersyukur mendapat kesempatan berharga dapat kembali bersilaturahmi dengan mantan-mantan pemain sepakbola Indonesia, baik di Liang maupun di Tulehu. Menurutnya, ini sekaligus menjadi ajang nostalgia sesama mantan pesepak bola.
"Menurut saya sangat luar biasa karena bisa berkesempatan bermain dengan mantan-mantan pemain sepakbola di Maluku Tengah, terlebih di Liang dan Tulehu, " ungkapnya usai melakoni laga, kemarin.
Dikatakan, ajang atau wadah seperti ini harus dilakukan rutin agar silahturahmi antarsesama bisa terus terjaga.
"Ini hal luar biasa dan harus lebih sering lagi untuk ajang silaturahmi," katanya.
Kata Asiz, dengan adanya laga seperti ini, maka akan membangkitkan semangat mantan-mantan pesepak bola di Maluku.
"Kemarin kita silaturahmi dengan legenda Asprov PSSI Maluku dan kami juga akan melawan PSA Legend. Utamanya untuk mempertahankan imun dan membangkitkan semangat legenda. Kami tidak mencari prestasi lagi, tapi ya harapannya bisa sehat bersama," harapnya.
Pada kesempatan itu, Azis juga menilai, potensi pemain muda Maluku, terutama di Salahutu cukup banyak, hanya saja tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai.
"Saya rasa yang menjadi kendala adalah belum adannya lapangan standar. Olehnya itu, butuh perhatian Pemkab Malteng maupun pihak terkait lainnya sehingga kendala ini bisa diatasi," demikian Samual.
Sementara itu, Tasmin Samual, Raja Negeri Liang yang ikut menyaksikan laga tersebut berpendapat bahwa, lewat sepakbola kita bisa menyatukan yang namanya perbedaan.
"Persaudaraan, silaturahmi akan terwujud lewat ajang seperti ini," ucapnya.

Tasmin Samual, Raja Negeri Liang. -Faiz/AT
Menurutnya, dua negeri ini sudah terkenal dengan talenta sepakbolanya, makanya kami berkeinginan lewat ajang seperti ini bisa memotivasi pemain muda sehingga suatu saat akan lahir pengganti Aji Lestaluhu maupun Manahati Lestusen.
"Ajang silaturahmi ini tentu mempunyai berdampak positif selain menambah imun tubuh atau kesehatan juga ada berdampak bagaimana menurunkan potensi komplik antar sesama, baik itu di dalam desa sendiri maupun antar desa, " jelas Tasmin.
Di akhir pembicaraan, orang nomor satu di Desa Liang itu berterima kasih atas gagasan yang dibangun oleh Azis dan para Legenda sepakbola di Liang.
"Ajang ini jangan berhenti sampai disini, tapi harus tetap berlanjut di tahun-tahun yang akan datang, " pungkasnya.
Sofyan Lestaluhu, Kapten Tim Asprov Legend mengatakan, laga ini lebih sebagai sarana meningkatkan silaturahmi dan penghargaan untuk para sesepuh dan mantan pemain yang telah mengharumkan nama Maluku di kancah sepak bola nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih karena bisa berkumpul, yang intinya kegiatan ini sebagai sarana silaturahmi dengan sesepuh sepakbola Indonesia asal negeri Liang,” ucapa Sofyan.
Dalam kesempatan ini, Sofyan juga menyampaikan kegiatan-kegiatan atau program dalam membantu kemajuan dan prestasi dunia olahraga Maluku seperti kompetisi Piala Soeratin hingga Liga 3 yang digelar setiap tahun.
“Banyak program Asprov dalam menggelorakan olahraga Maluku, sehingga melahirkan atlet-atlet yang memiliki integritas, semangat dan jiwa sportivitas yang kuat,” ujarnya.

Sofyan Lestaluhu, Kapten Tim Asprov Legend.
Sofyan juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepedulian pak Azis dan teman-teman Liang Legend yang telah memberikan kesempatan kepada tim Asprov untuk melakoni laga persahabatan kali ini.
“Bagi saya, kalah dan menang dalam sepakbola adalah hal yang biasa, tapi yang penting adalah silaturahmi harus tetap dijaga, " pungkasnya. (ZAL)
Dapatkan sekarang