MASOHI, AT. – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Maluku Tengah mendorong partai politik untuk lebih aktif membangun kesadaran politik dan menciptakan masyarakat yang melek serta cerdas politik.
Kegiatan yang dipusatkan pada Wakupo itu dihadiri Kepala Kesbangpol Malteng, Johanes Noya, Kepala Inspektorat Maluku Tengah, Latif Ohorella, Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga, Pedi Wasahua, serta perwakilan 13 partai politik di Malteng. Jumat (11/7).
Kegiatan tersebut dinilai penting sebagai bagian dari penguatan demokrasi yang terbuka dan berorientasi pada kemakmuran rakyat.
Kepala Badan Kesbangpol Maluku Tengah, Johanes Noya, menegaskan pentingnya partai politik memaksimalkan pemanfaatan dana hibah parpol secara transparan dan akuntabel, serta menyusun laporan penggunaan dana dengan baik.
"Kesbangpol punya tanggung jawab melakukan verifikasi dan pendampingan, agar semua berjalan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan," jelas Noya.
Kepala Inspektorat Maluku Tengah, Latif Ohorella, turut menyampaikan pentingnya sistem pelaporan yang tertib dan penggunaan dana hibah yang benar-benar mendukung pendidikan politik masyarakat.
"Dana hibah bukan sekadar alokasi anggaran, melainkan amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab guna meningkatkan kualitas literasi politik masyarakat," ujar Latif
Sementara itu, Yunita Norma salah satu peserta berharap agar ke depan diadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) khusus bagi bendahara dan operator partai. Tujuannya, untuk menyamakan pemahaman tentang formula penyusunan laporan pertanggungjawaban dana parpol, serta memperkuat hubungan kerja sama antara Kesbangpol dan partai politik.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan tercipta pendidikan politik yang lebih berkualitas, meningkatkan partisipasi politik masyarakat, dan memperkokoh demokrasi yang sehat dan inklusif di Maluku Tengah
"Tertib administrasi dan akuntabilitas merupakan wujud komitmen moral dan kelembagaan dalam menjaga kepercayaan publik," pungkasnya. (Jen).
Dapatkan sekarang