NAMROLE,AT-Kapolres Buru Selatan, AKBP M Agung Gumilar SIK berjanji akan mengungkap para pelaku dibalik sejumlah kasus pencurian di Kota Namrole ibukota Kabupaten Buru Selatan.
Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir, kasus pencurian marak terjadi dan membuat masyarakat resah dengan tersebut.
“Untuk kasus pencurian yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, Polres Buru Selatan sementara melakukan identifikasi siapa-siapa saja yang ada dibalik kasus ini. Kita tenang bukan kita tidak bekerja, tetapi kita sementara berupaya untuk mengungkap kasus tersebut sehingga bisa di ketahui oleh publik," tegas Gumilar kepada wartawan usai mengikuti rapat koordinasi terkait pelaksanakan pengamanan Mantabrata jelang pelaksaanaan Pemilu tahun 2024 yang berlangsung di Ruang Rapat Sekertarus Daerah, kemarin.
Perwira dengan dua melati di pundak ini mengatakan, untuk menetapkan tersangka dalam sejumlah kasus pencurian, ada tahapan yang harus dilakukan aparat kepolisian. Dan itu tidak semudah membalik telapak tangan.
“Banyak tahapan-tahapan yang harus dilakukan sampai menetapkan seseorang sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana salah satunya kasus pencurina dan itu membutuhkan proses,” jelasnya.
Gumilar mengaku, kasus pencurian yang meresahakan masyarakat di Kota Namrole terjadi salah satunya karena Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) belum berjalan secara baik dan sempurna. Jika Siskamling berfungsi dengan baik, maka akan membantu aparat kepolisian juga.
"Personil kepolisian Polres Burseu Selatan saat ini jumlahnya masih terbatas. Kemudian kita juga baru satu setengah tahun berdiri, kita diperhadakan dengan berbagai kendala, karena masih banyak yang harus dilengkapi,” akuinya
Polres Buru Selatan, anjut Gumilar, akan mengoptimalkan masalah Siskamling sampai dengan pembentukan Poskamling.
“Kita akan rapat di kantor bupati yang melibatkan Linmas, kepala desa, tokoh agama , dan juga pemeirntah daerah. Kita sementara mengindidentifikasi siapa-siapa pelakukanya. Ada beberapa yang masuk dalam incaran aparat kepislian. Kita tunggu waktu sajalah, karena aparat kita sementara bekerja,” sebutnya.
Selain itu, kata dia, guna meminimalisir angka kejahatan pencurian Polres Bursel akan meningkatkan intensitas patroli di tempat-tempat yang dinilai rawan aksi pencurian atau tindak pidana kejahatan atau perbuatan melawan hukum sehingga bisa menciptakan rasa nyaman di kabupaten ini.
“Kita dari kepolsiian minta maaf kepada masyarakat Buru Selatan. Karena dengan adanya kejadian tersebut menimbulkan rasa cemas dan tidak nyaman kepada masyarakat. Kita diam bukan berarti kita tidak bekerja. Masalah tindak pencurian ini saat ini sementara ditangani aparat kepolsiaan. Mudah-mudahan kedepan kita bisa menangkap pelakuknya dan kondisi situasi keamanan atau kantibmas bisa terjaga dengan baik dan masyarakat bisa hidup aman dan nyaman,” janjinya menutup pembicaraan.
Untuk diketahui dalam beberapa waktu belakangan ini terjadi sejumlah kasus pencurian terjadi di Bursel. Kasus pencurian tersebut diantaranya pencurian motor, uang tunai 10 juta, hingga handphone milik warga. (ESI)
Dapatkan sekarang