Kasus Covid Menurun, PTM Terbatas SMP dan SD Kembali Dibuka
Kadis Pendidikan Kota Ambon, Ferdinandus Taso.
Admin
01 Mar 2022 23:56 WIT

Kasus Covid Menurun, PTM Terbatas SMP dan SD Kembali Dibuka

AMBON,AT. - Dinas Pendidikan Kota Ambon akan membuka kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas bagi SMP dan SD. Jumlah kasus Covid-19 mulai menurun.

Kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Ambon, Ferdinandus Taso mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan serta para kepala sekolah  beberapa waktu lalu, pada 2 Maret besok PTM kembali dilaksanakan. 

"Sehingga ada beberapa pertimbangan untuk kembali mengambil kebijakan PTM terbatas mulai 2 Maret 2022 untuk tingkat SMP, dan direncanakan juga bertahap untuk tingkat SD, “kata dia, kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (1/3) sore. 

Dijelaskan, beberapa pertimbangan itu diantaranya angka kasus terkonfirmasi yang terus menurun di Kota Ambon, hingga keluhan siswa dan guru yang kesulitan melaksanakan pembelajaran jarak jauh, disebabkan paket data gratis yang diberikan oleh pemerintah pusat sudah habis.

“Hal – hal ini menjadi beberapa pertimbangan sehingga kita memutuskan untuk memulai kembali PTM terbatas,” jelasnya.

Menurutnya, 28 SMP yang sudah siap melaksanakan PTM terbatas ini. 
Beberapa SD juga  melaporkan kesiapan pelaksanaannya.

Diakui, Dinas Pendidikan Kota Ambon melalui Satgas Covid -19 di satuan pendidikan akan memperketat penyaringan bagi siswa yang mengikuti PTM terbatas.

“Kita memperketat sistem screening (penyaringan) dengan aplikasi PeduliLindungi, dengan empat warna kategori, yakni hijau untuk mereka yang sudah vaksinasi lengkap, kuning  sudah satu kali vaksinasi dan merah yang belum vaksinasi, serta hitam untuk yang terkonfirmasi,” terangnya.

Taso membeberkan, dalam proses penyaringan hanya tiga warna awal yang diizinkan masuk mengikuti PTM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yakni wajib memakai masker. Apabila aplikasi tidak berfungsi, akan dilakukan penyaringan secara manual dengan kartu vaksin maupun dengan membantu memasukan NIK kepada petugas.

“Kita menekankan bahwa memang PTM kali ini harus lebih ketat dalam screening,"ucapnya.

Ditambahkan, apabila nantinya terjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di sekolah, otomatis sekolah tersebut diliburkan selama 14 hari.

“Jika terjadi kluster disekolah hanya satuan pendidikan itu saja yang ditutup tetapi di sekolah lain PTM terbatas tetap berjalan,” pungkasnya. (AH)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai