AMBON, AT.-- Sering mendapat kekerasan psikis dari ayah mereka, jadi alasan Maria Fanumby (24) dan adiknya Magdahalena Fanumbi (12), warga kawasan Perum Guru, Belakang SMA Negeri 3 Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru nekat dipaket dalam karton untuk dikirim ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar lewat jalur laut.
Pengiriman karton berisi dua gadis ini berhasil digagalkan Polres Kepulauan Aru melalui Polsubsektor Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, Sabtu (22/10) pukul 19.20 WIT setelah seorang Tenaga Kerja Bongkar Muatan (TKBM) bernama Roy Marten Yamlaay mencurigai isi karton bertuliskan " Awas Barang Pecah".
Informasi media menyebut, paket karton berisi dua gadis kakak beradik ini, akan dibawah Julianus Kilanmassa (28), pria asal Desa Adaut, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).
Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Dwi Bachtiar Rivai, mengatakan, kedua anak perempuan itu dinaikan ke atas KM Sirimau oleh seorang petugas TKBM Pelabuhan Yos Soedarso Dobo.
Peristiwa itu berawal saat Yulianus Kilanmasse (28) menawarkan jasa pikul kepada petugas tersebut untuk membawa dua karton besar di atas KM Sirimau. TKBM tersebut dihargai Rp100 ribu.
Selanjutnya petugas TKBM itu mengangkat karton berisi MF. Karton itu dinaikan ke atas dek 3 KM Sirimau.
Setelah meletakannya, karton tersebut bergerak. TKBM ini awalnya mencurigai kalau isi kartonnya adalah seekor ular.
"Saksi kemudian menendang karton tersebut dan kembali memikulnya turun dari kapal ke atas dermaga. Dan saat mau meletakan karton di dermaga, korban berteriak "mama," kata Kapolres, Minggu (23/10).
Teriakan itu membuat saksi panik termasuk para petugas yang sementara berada di atas pelabuhan. Saksi kemudian menurunkan dan membuka karton tersebut.
"Saat dibuka ditemukan korban. Petugas TKBM dan petugas menanyakan masih ada orang lain atau tidak dan korban menjawab masih ada satu lagi yaitu kakaknya di dalam karton lainnya," jelasnya.
Kedua anak itu kemudian dibawa ke Pos Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuha (KPPP) Dobo untuk dimintai keterangan. Kedua korban mengaku ingin pulang ke Saumlaki menemui ibu mereka.
Mereka juga mengaku nekat bersembunyi dalam karton karena takut diketahui keluarga atau bapaknya.
"Jadi kehidupan keluarga orang tua korban sudah tidak harmonis lagi (hidup terpisah). Bapak kandung di Dobo sedangkan Ibu kandung di Saumlaki," kata Kapolres.
Menurut Kapolres, kedua anak ini memilih mengikuti ibunya karena ayah mereka sering memarahi dan mengeluarkan kata - kata makian. Hal itu sering dilakukan ayah mereka setelah mengetahui kalau ibu mereka berselingkuh.
Karena sering dimarahi, kedua anak ini akhirnya memilih untuk mengikuti ibunya di Tanimbar. Keduanya kemudian memiliki ide untuk bersembunyi di dalam karton.
"Saat ini kedua anak ini sedang diamankan seorang perwira di Polres Aru. Mereka diamankan untuk selanjutnya membicarakan kemauan kedua anak tersebut untuk mengikuti ibu mereka," jelasnya.
Kapolres mengaku, apabila keluarga menginginkan kedua anak tersebut mengikuti ibu, maka Polres Aru siap untuk memfasilitasi.
"Namun semikian apabila ada tindakan pidana dalam kasus tersebut, maka kami juga akan melakukan proses sesuai hukum yang berlaku," katanya.(erm)
Dapatkan sekarang