AMBON,AT.--Warga Batumerah, Kota Ambon, akhirnya memblokade jalan jenderal Sudirman. Aksi itu terjadi pada Rabu (23/3) sekira pukul 22.30 WIT hingga Kamis (24/3) pagi.
Pantauan Ambonterkini.id, aksi yang berlangsung sekira pukuk 07.00 WIT, itu membuat kemacetan panjang di jalan Jenderal Soedirman, dan meluas ke beberapa ruas jalan di Kota Ambon. Namun berlangsung hanya sekitar dua jam, kemudian dibuka paksa oleh aparat keamanan.
Sekitar pukul 09.00 WIT, Kapolda Maluku, Irjen Lotharia Latif, bersama Wakapolda Brigen Pol Jan De Fretes, dan Kapolresta Ambon, hingga Dandim 1504/Ambon, turun menemui warga, dan meminta untuk aksi blokade jalan tersebut dibuka.
Meski sudah dibuka, warga masih memadati jalan utama tersebut. Kemacetan masih terjadi hingga pukul 10.00 WIT.
Kapolda meminta, masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi yang dapat merugikan orang lain. Orang nomor satu di Polda Maluku ini memastikan, pelaksanaan eksekusi hari ini dibatalkan.
"Kami minta supaya jangan ada lagi yang berkerumun ditengah jalan, apalagi sampai mengganggu aktivitas warga yang lain. Proses kegiatan eksekusi di tunda dulu, sambil pikirkan situasi, " kata Kapolda usai menemui warga, Kamis (24/3).
Jenderal polisi bintang dua ini berharap, masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi, sehingga dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan di Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon.
"Berharap agar Ambon harus dapat predikat aman dan damai. Kegiatan hari ini ditunda sambil menunggu dialog dengan pihak-pihak terkait, " tandasnya.
Usai menemui berdialog dengan warga, Kapolda juga menarik seluruh pasukan yang disiapkan mengawal eksekusi lahan.
"Sudah tidak ada eksekusi personil semua sudah kita tarik. Dan kami minta juga agar warga membubarkan diri, " pintah.
Setelah pertemuan itu, warga kemudian membubarkan diri. Arus lalu lintas kembali normal.
Sementara itu, Penjabat Negeri Batumerah, Diana Sakliressy mengapresiasi pertemuan dengan warga dan telah menjamin tidak ada eksekusi tersebut.
"Kita apresiasi pak Kapolda dan jajarannya yang telah menjamin tidak adanya eksekusi hari ini, " ujarnya.
Diakui, aksi blokade yang dilakukan sejak Rabu malam hingga Kamis ini, merupakan aksi spontanitas dari warga untuk mempertahankan hak ulayat Negeri Batumerah. (ah)
Dapatkan sekarang