AMBON,AT.Penjabat (Pj) Wali Kota Ambon, Dominggus Nicodemus Kaya menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-31, dipusatkan di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Dalam momentum tersebut, Wali Kota Ambon berharap, angka prevalensi stunting di Kota Ambon semakin menurun, dari angka sebelumnya tepatnya pada bulan Mei, sebesar 21,1 persen.
“Karena anak-anak kita yang sekarang ini (balita dan usia di bawah) menjadi harapan untuk masa depan Bangsa, Maluku, dan Kota Ambon. Kedepan mereka menjadi generasi yang berkualitas tinggi, cerdas, sehat dan punya kemampuan,” ungkapnya, kepada media seusai, usai mengikuti puncak peringatan Harganas ke-31, Sabtu (29/6).
Menurutnya, Pemerintah berkewajiban memberikan perhatian khusus terkait dengan hal ini termasuk soal bonus demografi.
"Komitmen kita, adalah mempersiapkan anak-anak usia 14 tahun kebawa dengan baik, sehingga tujuan nasional “Indonesia Emas Tahun 2045” dapat terwujud dari Kota Ambon juga,"tegasnya.
“Menghadapi tantangan itu, kita akan kerja keras. Saya berkeinginan periode ini 22 Puskesmas, dan juga Posyandu itu kita akan turun secara langsung dan didampingi oleh Kepala Desa, Lurah dan petugas-petugas lain, lintas sektor guna mendorong capaian tersebut,” sambung dia.
Ditegaskan, seluruh pemangku kepentingan termasuk stakeholder holder terkait akan mengambil bagian, guna menggencarkan penurunan angka prevalensi Stunting di Kota Ambon.
Untuk diketahui, kegiatan kenegaraan tersebut dihadiri oleh Kaya, yang didampingi Penjabat ketua TP-PKK Kota, Dessy N. Kaya, Sekretaris Kota (Sekkot), Agus Ririmasse, Kepala Dinas Kesehatan, Wendy Pelupessy, Kepala Bappeda Litbang, Enrico Matitaputty, Kadis DPPKB, Juliana Wilhelmina Patty, Kadis Koperasi, Mintje Tupamahu, dan para Camat.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Maluku, dan Pemerintah Kota Ambon, terus berupaya untuk melakukan penanganan dan intervensi guna menekan tingginya angka stunting di Maluku. Hal itu melibatkan seluruh pihak termasuk Tim Penggerak PKK (TP PKK).
Penjabat Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ambon, Dessy Kaya, mendampingi Penjabat Ketua TP - PKK Provinsi Maluku, Nita Sadali Ie, melakukan kunjungan ke Posyandu Baby Tuna Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon dan Posyandu Berkah Negeri Batumerah, Kecamatan Sirimau, belum lama ini.
Kunjungan ini merupakan implementasi Gerakan Serentak Intervensi Pencegahan Stunting yang telah dicanangkan pada Senin, 10 Juni 2024 lalu di Desa Hunuth - Durian Patah.
Dalam Sambutannya, Penjabat Ketua TP-PKK Provinsi maluku, Nita Sadali Ie mengungkapkan, pihaknya bersama rombongan hadir untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam pemantauan dan pengukuran bayi dan Balita di Posyandu.
“Melalui deteksi masalah gizi, kami juga memberikan edukasi dan intervensi penyakit infeksi termasuk TBC," ungkapnya mengawali kegiatan di Posyandu Baby Tuna, Negeri Laha
Dikatakan, kompleksnya penyebab Stunting menjadi perhatian pemerintah bersama TP-PKK baik Provinsi maupun Kota, termasuk dengan makin tingginya kejadian TBC di Maluku.
“Berdasarkan penelitian Balita Stunting beresiko 3x lipat terkena TBC sedangkan balita atau keluarga dengan TBC beresiko 8 kali untuk terkena Stunting hingga gizi buruk akibat kekebalan tubuh rentan," terangnya.
Nita mengaku, posyandu sebagai ujung tombak pergerakan kesehatan masyarakat desa, menjadi tempat untuk dilakukan skrining dan intervensi pencegahan Stunting, oleh sebab itu dirinya menghimbau para orang tua agar rajin membawa anak — anak mereka ke Posyandu.
Di tempat yang sama Penjabat Ketua TP - PKK Kota Ambon, Dessy Kaya menekankan, pentingnya membawa anak untuk diperiksakan kesehatannya di Posyandu terdekat, sehingga dapat memantau tumbuh kembang anak.
"Di Posyandy ada kader yang berperan sebagai penggerak dan penyuluh kesehatan masyarakat yang akan memantau kondisi kesehatan ibu dan anak secara rutin dan terus menerus setiap bulannya sehingga akan mewujudkan keluarga yang sehat,” ujarnya.
Kaya berharap, dengan kehadiran dirinya bersama Penjabat Ketua TP — PKK Provinsi selaku Pembina posyandu dapat memeberikan semangat dan motivasi bagi para kader untuk terus memberikan edukasi dan mengajak orang tua agar rajin membawa anak ke posyandu, sebagai bentuk pencegahan dan penanganan Stunting.
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, akan terus bekerja keras untuk menurunkan angka stunting di Kota Ambon. Upaya tersebut ditandai dengan intervensi serentak guna pencegahan stunting tahun 2024. Tak main-main upaya tersebut melibatkan 313 Posyandu di kota Ambon.
Penjabat Wali Kota, Dominggus Nicodemus Kaya mengatakan, inti dari kegiatan yang dilakukan di seluruh kabupaten/kota ini, yaitu arahan Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma'ruf Amin dalam Rakernas Bangga Kencana, 25 April 2024 lalu.
“Beliau memberi arahan agar segera dilakukan evaluasi tahap menyeluruh terhadap program baik terkait pencapaian pembelajaran maupun rekomendasi karena dirasa bahwa upaya-upaya untuk pencegahan Stunting ni di beberapa waktu terakhir ini agak melambat," kata dia, saat pencanangan intervensi dilakukan di Posyandu Sumber Kasih, Kantor Desa Hunuth-Durian Patah, Kecamatan Teluk Ambon, Senin (10/6).
Dirinya berharap, dengan intervensi tersebut maka angka prevalensi stunting Kota Ambon dapat turun dibawah 20 persen tahun ini.
“Prevalensi Stunting yang di Kota Ambon yang masih cukup tinggi di 2021 di 21,894, turun di 2022 di 21,1 dan di 2023 menjadi 20,7”6. Kita berharap 2024 bisa turun di bawah angka 20 persen, kenapa? karena ada 353 anak stunting yang harus diselesaikan,” jelasnya.
Menurutnya, untuk tujuan tersebut sinergitas semua kader, dan semua tim satgas di tingkat kecamatan, hingga kelurahan, Desa, dan Negeri dengan aparat TNI/Polri.
“Bangun sinergitas kerja dengan Babinsa mereka juga door to door, dari rumah ke rumah dan memang pencegahan Stunting ini bisa kita lakukan bila tepat sasaran pada kelompok yang menjadi sasaran stunting yakni ibu hamil dan ibu-ibu dengan anak-anak balita,” terangnya. (Ars)
Dapatkan sekarang