Jualan di Bahu Jalan, Puluhan Lapak PKL di Namrole Ditertibkan
Petugas Disperindag dibantu Sat Pol PP Bursel saat menertibkan lapak milik PKL, kemarin. --Edy/Ameks.
FaizalLestaluhu
26 Sep 2023 08:06 WIT

Jualan di Bahu Jalan, Puluhan Lapak PKL di Namrole Ditertibkan

NAMROLE,AT-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buru Selatan menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan, tepatnya di jalan  masuk Pasar Kai Wait, Namrole. 

Sebelumnya, petugas telah melakukan pemantauan dan penyisiran di lokasi dan menemukan beberapa PKL yang menggelar dagangannnya di bahu jalan. 

Alhasil, petugas melakukan penegakkan Perda, yang dimulai dari teguran dan imbauan kepada pedagang kaki lima yang melanggar secara persuasif. Dalam penertiban ini, petugas Disperindag dibantu oleh Satpol PP. 

Menurut Dominggus Seleky, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Buru Selatan mengungkapkan, petugas hanya melakukan pendekatan persuasif dengan pedagang yang menggelar dagangannya di bahu jalan. Kalau ada PKL yang 'bandel' terpaksa ditertibkan. 

"Penyisiran dilakukan berdasarkan pantauan petugas di lapangan dan terlihat adanya penyalahgunaan fasilitas umum, yakni trotoar untuk pengguna jalan tapi dipergunakan untuk berdagang," ungkapnya kepada media ini di sela-sela penertiban, kemarin. 

Dominggus pun menjelaskan, dalam giat ini ditemukan puluhan pedagang yang menggelar dagangan di bahu jalan, dan terpaksa kami tertibkan. 

"Saya harap PKL lebih paham dengan aturan dan tidak kembali berdagang di lokasi-lokasi yang tidak pada peruntukkannya, " pintanya.

Lebih jauh dijelaskan, aksi penertiban yang dilakukan karena selama ini para pedagang selalu menggunakan bahu jalan untuk melakukan aktivitas jual beli.

"Jadi selama ini para pedagang menggunakan bahu jalan untuk aktivitas jual beli. Makanya, kami lakukan penertiban sehingga tidak menggangu aktivitas di jalan raya baik itu masyarakat maupun arus lalulintas," ungkapnya.

Dengan penertiban ini, tutur Dominggus, seluruh pedagang diarahkan untuk menempati Pasar Rakyat Namrole yang sudah selesai dibangun oleh Pemkab Bursel.

"Kami sudah arahkan semua pedagang untuk menepati Pasar Rakyat Namrole. Pasar itu selama ini kosong, " tutupnya.

Diakhir pembicaraan, Dominggus meminta masyarakat, khususnya di kawasan Pasar Rakyat Namrole diimbau untuk ikut sama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan wilayahnya masing-masing. 

"Ayo kita jaga kebersihan lingkungan kita, dan sama-sama kita ciptakan lingkungan yang kondusif," pungkasnya. 

Sementara itu, Plt Kepala Satpol PP, Risno Tiweri mengaku, sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda), pihaknya hanya membantu untuk membeck up Disperindag  terkait penertiban pedagang yang selama ini berjualan di bahu jalan.

"Kita hanya membeck up saja.  Karena ini juga demi menjaga keindahan Kota Namrole," ujarnya

Kedepan, lanjut Tiweri, pihaknya akan menindak tegas semua pedagang yang melakukan aktivitas jual beli di baju jalan. 

"Kita akan ambil tindakan tegas kepada siapapun yang melakukan aktivitas jual beli di baju jalan, karena mengganggu arus lalulintas serta membuat wajah Kota Namrole semraut," pungkasnya. 

Debora Solissa, salah seorang pedagang mangaku, meski pembongkaran berdampak pada pendapatan mereka, tapi mereka bisa mendapatkan lapak baru atau tempat jualan yang layak di Pasar Rakyat Namrole.

"Memang kalau untuk pendapatan kita pasti berkurang karena lokasi jual sudah berpindah," akui Debora.

Kendati begitu, Debora berterimakasih kepada Pemkab Bursel yangtelah menyedialan lapak yang berada Pasar Rakyat Namrole dan sangat layak untuk ditempati.

"Sebagai pedagang saya bangga karena dapat tempat jualan yang layak," demikian Debora. (SIE) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga