NAMROLE,AT-Cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah Kecamatan Fena Fafan Kabupaten Buru Selatan membuat jembatan darurat di sungai Waemala, Desa Waekatin ambruk sebagian.
Ambruknya jembatan ini membuat arus tranportasi di wilayah pegunungan tersebut terganggu. Bahkan bila tidak segera ditangani, akan berdampak terhadap aktivifitas ribuan masyarakat di Desa Unet, Waelo, Waeraman, Trukat, Siwatlahin.
“Saat ini masyarakat di Kecamatan Fena Fafan, terutama masyarakat enam desa itu jalur transportasi daratnya terganggu. Karena jembatan darurat Waemala di Desa Wakatin Ambruk. Bila tidak segera di tangani, maka jembatan akan putus dan jalur tranportasi darat dari desa Tifu menuju wilayah Kecamatan Fena Fafan akan lumpuh total,” ujar Soni, salah seorang warga Desa Waekatin kepada media ini di Namrol, Sabtu (13/1) kemarin.
Pada kesempatan itu, Soni pun meminta perhatian Pemkab Bursel untuk mengambil langkah konkrit guna memperbaik jembatan tersebut. Selain Pemkab, pihak perusahan yang selama ini melakukan aktivitas penebangan hutan kayu di wilayah Kecamatan Fena Fafan juga harus membantu menyelesaikan persoalan ini.
“Karena kerusakan jembatan cukup parah, kita minta perhatian Pemkab Buru dan pihak perusahaan yang saat ini beroprasi di kecamatan Fena Fafan guna membantu mengerjakan jembatan tersebut,” pintanya.
Menurut Soni, jembatan yang ambruk itu, merupakan satu-satunya ruas jalan yang selama ini dilalui masyarakat Fena Fafan ke desa Tifu ke Kecamatan Leksula.
“Kalau jembatan itu ambruk masyarakat dari Kabupaten yang ingin ke Fena Fafan melalui Tifu tidak bisa sampai di Fena Fafan. Sebalinya masyarakat dari enam desa yang hendak ke Namrole maupun Leksula tidak bisa melakukan perjalannya karena ambruknya jembatan tersebut,” jelasnya menutup pembicaraan.
Sementara itu, Camat Fena Fafan, Ishak Soulisa yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
“Memang benar jembatan darurat Waemala di Desa Waekatin ambruk sebagian akibat hujan deras,” akuinya.
Kata Ishak, kendaraan dari dan ke Fena-Fafan masih bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Itupun kecepatan kendaraan dikurangi, jadi harus hati-hati.
“Kita takutkan saat kondisi cuaa ekstrim dan terjadi banjir, jembatan itu bisa putus, dan arus transportasi darat menuju ke Fena Fafan lumpuh total,” singkatnya. (Edy)
Dapatkan sekarang