Jembatan Darurat di Desa Waekatin Ambruk, Enam Desa Terancam Terisolir
Jembatan darurat di Desa Waekatin Ambruk sebagian.--Edy/AT.
FaizalLestaluhu
14 Jan 2024 19:42 WIT

Jembatan Darurat di Desa Waekatin Ambruk, Enam Desa Terancam Terisolir

NAMROLE,AT-Cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah Kecamatan  Fena Fafan Kabupaten Buru Selatan membuat jembatan darurat di sungai Waemala, Desa Waekatin ambruk sebagian.

Ambruknya jembatan ini membuat arus tranportasi  di wilayah  pegunungan tersebut terganggu. Bahkan bila tidak segera  ditangani, akan berdampak terhadap aktivifitas ribuan masyarakat di Desa Unet, Waelo, Waeraman, Trukat, Siwatlahin. 

“Saat ini masyarakat di Kecamatan Fena Fafan, terutama masyarakat enam desa itu jalur transportasi daratnya terganggu. Karena jembatan darurat  Waemala di Desa Wakatin Ambruk. Bila tidak segera di tangani, maka  jembatan akan putus dan jalur tranportasi  darat dari desa Tifu menuju  wilayah Kecamatan  Fena Fafan akan lumpuh total,” ujar Soni, salah seorang warga Desa Waekatin kepada media ini di Namrol, Sabtu (13/1)  kemarin.

Pada kesempatan itu, Soni pun meminta perhatian Pemkab Bursel untuk mengambil langkah konkrit guna memperbaik jembatan tersebut. Selain Pemkab, pihak perusahan yang selama ini melakukan aktivitas penebangan hutan kayu di wilayah Kecamatan Fena Fafan juga harus membantu menyelesaikan persoalan ini.

“Karena kerusakan jembatan cukup parah, kita minta perhatian Pemkab Buru  dan pihak perusahaan yang saat ini beroprasi di kecamatan Fena  Fafan guna membantu mengerjakan  jembatan tersebut,” pintanya.

Menurut Soni, jembatan yang ambruk itu,  merupakan satu-satunya ruas jalan  yang selama ini dilalui masyarakat Fena Fafan  ke desa Tifu ke Kecamatan Leksula.

“Kalau jembatan itu ambruk masyarakat dari Kabupaten  yang ingin ke Fena Fafan  melalui Tifu tidak bisa sampai di Fena Fafan. Sebalinya masyarakat dari enam desa yang hendak ke Namrole maupun Leksula tidak bisa melakukan perjalannya karena ambruknya jembatan tersebut,” jelasnya menutup pembicaraan. 

Sementara itu, Camat Fena  Fafan, Ishak Soulisa yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

“Memang  benar jembatan darurat Waemala di Desa Waekatin ambruk  sebagian akibat hujan deras,” akuinya.

Kata Ishak, kendaraan dari dan ke Fena-Fafan masih bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Itupun kecepatan kendaraan dikurangi, jadi harus hati-hati. 

“Kita takutkan saat kondisi cuaa ekstrim dan terjadi banjir, jembatan itu bisa putus, dan arus transportasi darat menuju ke Fena Fafan lumpuh total,” singkatnya. (Edy)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai