AMBON, AT.-- Mantan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III
Letjen (Pur) TNI Jeffry Apoly Rahawarin (JAR) makin serius menunjukkan sikap politiknya maju sebagai Bakal Calon Gubernur Maluku 2024 mendatang.
Keseriusan Jeffry ditunjukkan dengan menyebarnya ribuan spanduk dan baliho di Kota Ambon dan Jazirah Leihitu.
Spanduk dan baliho Jeffry disebar di lima Kecamatan di Kota Ambon, yakni Kecamatan Sirimau, Nusaniwe, Baguala, Teluk Ambon dan Leitimur Selatan. Baliho dan spanduk dengan beragam ukuran itu, terlihat dari pusat Kota Ambon hingga ke pinggiran Kota.
Wilayah Jazirah Leihitu, Leihitu Barat hingga Salahutu juga terpasang baliho yang sama. Ini menunjukkan keseriusan Jenderal tiga bintang itu akan maju sebagai bakal calon Gubernur Maluku.
Kehadiran baliho Jeffry tentu untuk memperkenalkannya kepada masyarakat luas di Maluku. Baliho dengan tulisan, Maluku untuk semua "Beta Janji Beta Jaga", Jeffry terlihat menggunakan kemeja putih polos dengan gaya khas senyumnya dan mengangkat tangan seperti sedang menyapa orang, mengundang perhatian warga.
Orang yang memasang baliho dan spanduk Jeffry, kepadaAmbon Ekspres, Senin (28/2) mengaku disuruh oleh sekelompok yang tergabung dalam tim Jeffry. Dia mengaku untuk Kota Ambon dan Jazirah Leihitu Salahutu sudah ribuan yang terpasang.
Dan direncanakan untuk selanjutnya ribuan baliho ini akan bagikan ke semua daerah di Maluku.
"Mungkin ini langkah awal untuk Pak Jeffry lebih memperkenalkan ke masyarakat Maluku. Kami juga diingatkan oleh Tim untuk tidak boleh memasang di gempat rumah ibadah maasjid dan gereja dan lain-lain. Termasuk fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah dan perguruan tinggi," kata orang tersebut sembari meminta namanya tidak disebutkan.
Pantauan Ambon Ekspres, untuk wilayah Batu Merah hingga Stain, Baliho dengan ukuran besar maupun kecil ada dimana- mana. Di IAIN terpasang pada beberapa titik strategis yang dilalui warga.
Sebagian warga menyambutnya dengan baik. "Katong harus pilih pemimpin seperti ini. Antua jadi Pangdam saja banyak anak Maluku dari keluarga tidak mampu yang lolos Akmil, apalagi jadi Gubernur," sahut Ramhat, warga IAIN dengan dialek Ambon. (whb)
Dapatkan sekarang