Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Sopir Angkot Kembali Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan
Jalan belum diperbaiki, Gersam pun melakukan aksi dengan menanam pohon pisang di tengah jalan. ---Jardin/AT.
FaizalLestaluhu
27 Nov 2023 15:51 WIT

Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Sopir Angkot Kembali Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Wattimena : Anggarannya Sudah Ada, Tinggal Diperbaiki

AMBON,AT-Sopir Angkutan Kota (Angkot) yang tergabung dalam Gerakan Sopir Angkot Merdeka (Gersam) kembali melakukan aksi tanam Pohon Pisang di ruas jalan, kawasan Wara Stain, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Aksi yang dilakukan hari ini merupakan aksi yang kedua kalinya akibat jalan tersebut tak kunjung di perbaiki. Padahal perbaikan jalan di kawasan tersebut yang dimulai dari Kebun Cengkeh hingga Stain ini sudah selasai di kerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kota Ambon. Namum jalan di kawasan Wara tersebut tak kunjung diperbaiki.

Aksi nekat yang dilakukan Ketua Gersam tersebut berlangsung sekira pukul (11/30) WIT. Akibat dari aksi tersebut sontak memicu terjadinya kemacetan. 

Menurut, Ketua Umum Gerakan Sopir Angkot Merdeka (Gersam) Kota Ambon, Zaenal Uar, aksi yang mereka lakukan dengan cara menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak di Wara Stain, adalah bentuk protes kami untuk yang ke dua kalinya terhadap Pemerintah Kota Ambon (Pemkot).

"Tujuan kami tanam Pohon ini sebagai bentuk protes untuk pemerintah kota agar mereka buka mata untuk melihat kita punya aksi jilid 2 ini," tegas Zaenal kepada media ini sela-sela aksinya, Senin (27/11). 

Kata Zaenal, setelah aksi pertama itu, kita sudah melakukan rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, dan juga Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kota Ambon, pada tanggal (31/10) lalu. Artinya sudah hampir 40 hari, tapi jalan ini belum juga diperbaiki. 

"Jadi dari hasil pertemuan kami dengan pihak Dinas PUPR menyatakan bahwasanya, selesai kerja jalan di Amalatu sama Lorong Putri, baru kita lanjut perbaiki dari Wara sampai di Kebun Cengkeh. Tetapi dengan hasil pertemuan itu sampai saat ini kita teman-teman sopir dan saya sebagai ketua umum gersam rasa dibohongi oleh Pemerintah Kota Ambon," jelas Zaenal.

Bukan hanya itu, kata dia, hasil pertemuan tersebut, mereka mengatakan bahwa, jalan yang lubang kecil atau lubang besar itu semuanya di perbaiki, itu lah yang di lsampaikan Dinas PUPR saat dalam rapat bersama. Tapi kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang telah dijanjikan. 

"Kalau jalan tidak perbaiki pakai peralatan seadanya, kita akan menolak. Kalau cuman membuang aspal di area yang berlubang kemudian digilas saja kami  tidak mau. Harus menggunakan alat berat, agar jalan terlihat kuat dan bagus, " tutup Zaenal. 

Aksi Gersam ini langsung direspon oleh Penjabata Walikota Ambon, Boedewin Wattimena dengan turun ke lokasi aksi dan memindahkan pohon pisang tersebut ke pinggir jalan.

Wattimena menuturkan, bentuk protes kalian terhadap saya dan Pemerintah Kota Ambon itu wajar-wajar saja. Alangkah baiknya kalu mau melakukan protes bagusnya langsung temui kami saja di Bali Kota Ambon, karena wilaya ini sudah masuk dalam agenda Pemerintah Kota Ambon.

"Jadi protes itu tidak apa-apa, kan saya sudah bilang berkali-kali bahwa, kami Pemerintah Kota Ambon tidak anti kritik, tetapi menanam pisang ini mengganggu arus lalu lintas. Padahal wilayah ini sudah masuk dalam agenda untuk perbaikan. Dinas PUPR Kota Ambon dengan komisi 3 DPRD Provinsi sudah membahasnya, dan kami sudah mengeluarkan anggarkan tahun ini untuk perbaikan jalan-jalan yang berlubang di Kota Ambon," terang Wattimena di lokasi tersebut.

Wattimena menegaskan, Pemkot perduli dengan kondisi jalan-jalan yang rusak, makanya itu kita sudah mengelurkan anggaran perbaiki jalan tersebut. Kita sudah melakukan perbaikan di lorong Putri, tetapi  waktu mau aspal itu ada beberapa persoalan yang terjadi, dikarenakan saluran air yang menyebabkan jalan ini rusak. Maka dari itu Dinas PUPR ingin menyelesaikan persoalannya dulu baru baru melakukan pengaspalan. 

"Yang pastinya bahwa anggarannya sudah ada untuk tahun ini kita perbaiki jalan rusak itu. Nah silakan aksi dilakukan tapi  jangan menghambat jalan, jangan ada maksud -maksud tertentu untuk melakukan protes yang pakai Spanduk tulis PJ Walikota Ambon membohongi Rakyat, tidak ada yang membohongi siapapun. Kami akan tetap melakukan perbaikan setelah selokan air itu sudah diperbaiaki," ungkap Wattimena.

Diketahi, Aksi yang sama sebelumnya di lakukan pada (3/10) lalu di Depan Kantor Kehutanan, Jalan Kebun Cengkeh, Kota Ambon. (Jar)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai