NAMROLE,AT-Hampir setiap tahun, masyarakat yang bermukim di Desa Waefusi, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan menjadi lokasi langanan banjir saat musim hujan tiba.
Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berharap agar 114 kepala keluarga atau 718 warga di desa tersebut bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman.
Hal ini dikarenakan, wilayah atau pemukiman masyarakat Desa Waefusi berada di dataran rendah serta berdekatan juga dengan air laut. Belum lagi, desa itu berada tidak jauh dari sungai Waetina yang merupakan salah satu sungai besar di Kota Namrole.
"Jadi saat musim hujan tiba, sungai itu selalu meluap dan menggenangi pemukiman penduduk di desa itu, makanya kami minta agar warga desa Waefusi bersedia direlokasi,” ujar Haddy Longa, Kepala BPBD Kabupaten Buru Selatan kepada pers disela-sela peninjauan korban bencana banjir di Desa Waefusi, kemarin.
Longa yang juga orang nomor satu di BPBD Kabupaten Buru Selatan itu mengungkapkan, rencana untuk merelokasi masyarakat di Desa Waefusi sudah dibicarakan jauh-jauh hari oleh pemerintah kabupaten Buru Selatan. Hal ini dikarenakan, setiap musim hujan, masyarakat di wilayah itu selalu terendam banjir akibat luapan sungai Waetina.
“Kalau soal relokasi, pemerintah daerah sudah membicarakan sejak beberapa tahun yang lalu,” ungkapnya.
Hanya saja, lanjut Longa, semuanya dikembalikan ke masyarakat desa setempat, apakah mereka mau direlokasi atau tidak? Karena selama ini sebagian masyarakat menganggap lahan yang mereka tempat di desa itu merupakan warisan dari para leluhur.
“Memang kita tidak pungkiri Desa Waefusi sudah ada sejak dulu kala, jadi relokasi tergantung warganya sendiri, " akuinya.
Dikatakan, pemerintah daerah kabupaten Buru Selatan tidak mungkin membiarkan masyarakat setiap musim hujan atau cuaca ekstrim harus terendam banjir. Apalagi jika saat banjir, menimbuklan korban jiwa dan harta benda. Ini yang dipikirkan oleh pemerintah daerah.
“Kalau saat ini mereka (masyarakat-red) Desa Waefusi siap direlokasi, maka pemerintah daerah akan mengambil langkah-langkah terkait hal itu. Sebaliknya jika tidak mau direlokasi, maka setiap tahun saat musim hujan, desa itu akan terendam banjir dan tidak boleh menyalahkan pemerintah daerah karena sudah diingatkan,” tegas Longa menutup pembicaraan.
Untuk diketahui hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Buru Selatan Rabu (31/5) merendam ratusan rumah di desa Waefusi kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan. Banjir kali ini lebih dasyat dari 4 tahun sebelumnya karena semua pemukiman penduduk dan sejumlah fasiltas umum dalam hal ini, sekolah, kantor desa, masjid dan Puskemas pembantu (Pustu) ikut terendam banjir. Ketinggian air di pemukiman masyarakat hingga pinggang orang dewasa. (ESI)
Dapatkan sekarang