Jadi Langganan Banjir, BPBD Bursel Minta Warga Desa Waefusi Direlokasi
Kepala BPBD Kabupaten Buru Selatan, Haddy Longa turun langsung di lapangan untuk memantau proses evakuasi warga Desa Waefusi yang dilanda bencana banjir pada Rabu (31/5) lalu---Edy/Ameks
FaizalLestaluhu
03 Jun 2023 22:34 WIT

Jadi Langganan Banjir, BPBD Bursel Minta Warga Desa Waefusi Direlokasi

NAMROLE,AT-Hampir setiap tahun, masyarakat  yang bermukim di Desa Waefusi, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan menjadi lokasi langanan banjir saat musim hujan tiba.

Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) berharap agar 114 kepala keluarga atau 718 warga di desa tersebut bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman.   

Hal ini dikarenakan, wilayah  atau pemukiman masyarakat Desa Waefusi berada di dataran rendah serta berdekatan juga dengan air laut.  Belum lagi,  desa itu berada  tidak jauh dari sungai Waetina yang merupakan salah satu sungai besar  di Kota Namrole.  

"Jadi saat musim  hujan tiba, sungai itu selalu meluap dan menggenangi  pemukiman penduduk di desa itu, makanya kami minta agar warga desa Waefusi bersedia direlokasi,” ujar Haddy Longa, Kepala BPBD Kabupaten Buru Selatan  kepada pers disela-sela peninjauan korban bencana banjir di Desa Waefusi, kemarin. 

Longa yang juga orang nomor satu di BPBD  Kabupaten Buru  Selatan itu mengungkapkan, rencana untuk merelokasi masyarakat di Desa Waefusi sudah dibicarakan jauh-jauh hari oleh pemerintah kabupaten Buru Selatan. Hal ini dikarenakan, setiap musim hujan, masyarakat  di wilayah itu  selalu terendam banjir akibat luapan  sungai Waetina.

 “Kalau soal relokasi, pemerintah daerah sudah membicarakan sejak beberapa tahun yang lalu,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Longa, semuanya dikembalikan ke masyarakat desa setempat, apakah mereka mau direlokasi atau tidak? Karena selama ini sebagian masyarakat menganggap lahan yang  mereka tempat di desa itu merupakan warisan dari para leluhur.

“Memang kita tidak pungkiri  Desa Waefusi sudah ada sejak dulu kala, jadi relokasi tergantung warganya sendiri, " akuinya.

Dikatakan, pemerintah daerah kabupaten Buru Selatan tidak mungkin membiarkan masyarakat setiap musim hujan atau cuaca ekstrim harus terendam banjir.   Apalagi jika saat banjir,  menimbuklan korban jiwa dan harta benda. Ini yang dipikirkan oleh pemerintah daerah.

“Kalau saat ini mereka (masyarakat-red) Desa Waefusi siap direlokasi, maka pemerintah daerah akan mengambil langkah-langkah terkait hal itu. Sebaliknya jika tidak mau direlokasi, maka setiap tahun saat  musim hujan, desa itu akan terendam banjir  dan tidak boleh menyalahkan pemerintah daerah karena sudah diingatkan,” tegas Longa menutup pembicaraan. 

Untuk diketahui hujan deras  yang mengguyur wilayah Kabupaten Buru Selatan Rabu (31/5) merendam ratusan rumah di desa Waefusi kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan. Banjir kali ini lebih dasyat dari 4 tahun sebelumnya  karena semua pemukiman penduduk dan sejumlah fasiltas umum dalam hal ini, sekolah, kantor desa, masjid dan Puskemas pembantu (Pustu)  ikut terendam banjir. Ketinggian air  di pemukiman masyarakat  hingga  pinggang orang dewasa. (ESI)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai