AMBON,AT-Penyelenggara kegiatan pelatihan dan penguatan kapasitas aparatur desa yang didanai oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri, membantah informasi penelantaran terhadap peserta pelatihan dari Maluku Barat Daya (MBD), yang mengikuti kegiatan tersebut di Kota Ambon.
Projek Manager PT Angin Kreasi Semesta, Irvan Rahmansyah mengatakan, jika semua peserta sudah ditangani dengan baik setelah adanya masukan dari para peserta dari MBD yang mempersoalkan kekurangan akomodasi dan biaya transportasi yang dikembalikan kepada peserta.
"Jadi kami menjamin semua peserta sudah tertangani dengan baik. Ini ada mis komunikasi dan sudah kami selesaikan. Kami rasa tidak ada yang diterlantarkan sebagaimana informasi yang viral," tegas dia, kepada wartawan disalah satu hotel di Kota Ambon, Jumat (20/9) malam.
Menurutnya, informasi yang viral itu diduga akibat ada mis komunikasi yang terjadi dengan para peserta dengan penyelenggara.
"Jadi karena saat itu proses penyelesaian administrasi dilakukan satu per satu untuk masing-masing kelas sehingga ada jedah waktu menunggu oleh peserta dari MBD, nah dari situlah awal mula terjadi mis komunikasi yang berujung pada viral itu," bebernya.
Ditegaskan, semua peserta yang hadir difasilitasi penuh mulai dari perjalanan ke tempat kegiatan hingga lokasi menginap yang nyaman.
“Tidak ada yang ditelantarkan lah pasti kita kita sediakan semuanya, kita kita fasilitasi semuanya," tegasnya lagi.
Kendati demikian, kata dia, semua kelas telah ditangani hingga tuntas dan pihak penyelenggara setelah menerima masukan dari para peserta.
"Maka pihak penyelenggara telah menyetujui untuk menyesuaikan biaya transpirtasi dari peserta asal MBD yaitu masing-masing di diberikan Rp 3 juta untuk biaya PP Ambon -MBD," jelasnya.
Irfan mengaku, penyesuaian tersebut dilakukan setelah mendengarkan masukan dan keluhan peserta atas tingginya biaya perjalanan dari MBD sampai ke Ambon.
"Setelah diakomodir ternyata sudah tidak ada masalah karena sudah diselesaiksn dengan baik setelah ada koreksi tentang angka pengembalian akomodasi dan transportasi mencapai Rp 3 juta per peserta dan kami sudah selesaikan semuanya," tandasnya.
Sekadar tahu, diduga ratusan perangkat desa asal Kabupaten Maluku Barat Daya, diduga diterlantarkan usai mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri, di Kota Ambon, Jumat (20/9) siang.
468 perangkat desa dari 117 desa di MBD ini diundang untuk mengikuti pelatihan selama empat hari, terhitung sejak 17-20 September. Dimana, biaya perjalanannya ditanggung sendiri oleh mereka dan dijanjikan akan digantikan usai kegiatan nanti.
Namun usai kegiatan, para peserta pelatihan yang terdiri dari para kades, raja, sekretaris desa, negeri dan beberapa staf desa itu, tak kunjung menerima uang pengganti yang dijanjikan penyelenggara.(Ars)
Dapatkan sekarang