Ini Program Prioritas Pengprov Shindoka Maluku di 2026
Karateka Shindoka Maluku. --istimewa.
FaizalLestaluhu
06 Jan 2026 20:53 WIT

Ini Program Prioritas Pengprov Shindoka Maluku di 2026

AMBON, AT-Dalam rangka peningkatan profesional manajemen olahraga, Pengurus Provinsi (Pengprov) Shitoryu Indonesia Karate-Do (Shindoka) Maluku akan lebih fokus untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pelatih. 

Menurut Ketua Harian (Kethar) Pengprov Shindoka Maluku, Edwin Eduard Uneputty bahwa, pengurus perguruan ini memiliki dua program prioritas utama dalam meningkatkan prestasi karateka di Maluku. 

''Selain terus memperhatikan regenerasi karateka, peningkatan mutu pelatih juga menjadi konsentrasi besar kami di tahun 2026  ini," terang Edwin saat bincang-bincang dengan media ini di Ambon, kemarin. 

Sejak mengemban amanah sebagai Kethar, pria murah senyum ini memiliki peran besar membawa prestasi karateka Shindoka berprestasi di tingkat nasional pada beberapa kejuaraan.

"Semoga lahir atlet karateka yang dapat terus memberikan prestasi. Cabor (cabang olahraga) karate sudah menjadi salah satu cabor unggulan Maluku, jadi pembinaan atlet maupun regenarasi pelatih harus dijalankan dengan baik. Ini sudah menjadi fokus utama dan akan menjadi tanggung jawab seluruh teman-teman pengurus Shindoka Maluku," tegasnya. 

Mantan Manager Tim Karate Maluku di PON Beladiri ini melanjutkan, peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) kepelatihan diharapkan bisa meningkatkan rasa percaya diri para pelatih untuk terus melahirkan karateka muda yang memiliki potensi luar biasa.

''Dengan program ini, para pelatih (karate) akan percaya diri dan akan mampu menelorkan atlet potensial yang pada saatnya nanti bisa memberikan prestasi untuk Maluku di pentas nasional," tutur dia.

Lebih jauh dijelaskan, para pelatih harus mampu membangun mental atlet, apabila pelatih memberikan menu latihan dengan baik, maka perguruan ini nantinya akan punya banyak atlet andal.

“Para pelatih nantinya akan menjadi motivator bagi anak asuhannya (karateka)," jelasnya.

Dijelaskan, para pelatih harus mampu membangun mental atlet, apabila pelatih memberikan menu latihan dengan baik, maka karateka nantinya akan punya banyak atlet andal.

“Para pelatih nantinya akan menjadi motivator bagi anak asuhannya (atlet)," jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, fokus kepada pembangunan SDM salah satunya dengan menggelar pelatihan kepada pelatih, mengingat selama ini banyak cabor terbentur karena minimnya fasilitas sarana.

"Pelatih-pelatih karate cukup bisa bersaing dengan kualitas yang dimiliki, namun sering gagal karena banyak faktor. Disamping itu permasalahan yang banyak dialami cabang-cabang olahraga di daerah ini karena terbentur fasilitas sarana olahraga, untuk itu kami minta bantuan dari pihak terkait untuk melihat persoalan ini," pintanya.

Edwin menambahkan, peningkatan SDM pelatih dalam persiapan menghadapi event-event karate di waktu yang akan datang. Dari evaluasi yang kami lakukan setelah pelaksanaan paparan program latihan dan pelatihan pelatih tahun kemarin, belum semua pelatih memahami pembuatan program secara detail dan mengutamakan sport science.

“Semoga apa yang telah direncanakan di tahun 2026 bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan," tutup Edwin. (CAL)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai