AMBON,AT-Pemerintah Provinsi Maluku terus berupaya mengejar target penurunan prevalensi stunting. Seluruh pemangku kepentingan diminta tidak menganggap remeh permasalahan stunting.
Ketua Duta Perangi Stunting (Perinting) Maluku, Widya Pratiwi Murad, mengungpkan, sunting merupakan program prioritas Presiden Joko Widodo dengan target nasional sebesar 14 persen di 2024. Prevalensi stunting di Maluku hingga Oktober 2023 masih mencapai 26,1 persen atau masih jauh dari target nasional.
“Tidak boleh dianggap enteng, karena stunting merupakan masalah gagal tumbuh pada bayi atau balita akibat kekurangan gizi kronis secara terus-menerus di seribu hari pertama kehidupan, yakni dari ibu hamil hingga anak usia dua tahun,” kata Widya melalui rilisnya yang diterima media ini, Selasa (14/11) kemarin.
Stunting, tegas Widya, harus diperangi karena sangat mengancam, dan dapat mengganggu kecerdasan anak-anak. Uyapa mempersiapkan generasi Maluku yang cerdas, pintar, dan mampu bersaing ke depan bakal terhambat bilang anak-anak menderita stunting.
“Untuk mencegah stunting, persiapan sejak dini pada remaja putri sangat penting. Memastikan remaja putri mendapatkan tablet tambah darah dapat membantu mengatasi masalah defisiensi zat besi yang dapat berkontribusi pada stunting. Ini dapat dilakukan melalui program kesehatan dan edukasi yang mendukung kesejahteraan remaja putri secara menyeluruh, " jelasnya.
Selain itu, kata dia, saat seribu hari pertama kehidupan seorang ibu hamil harus rajin ke Posyandu memeriksa kesehatan agar bisa melihat secara terus-menerus tumbuh kembang janin. Bahkan setelah melahirkan ibu harus memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan.
“Hal ini harus dijaga agar tidak mengakibatkan kekurangan gizi dan menjadi stunting pada anak. Karena jika tergolong stunting berat agak sulit untuk diperbaiki gizinya,” paparnya.
“Dan itu adalah tanggung jawab kita bersama, bagaimana kita bisa mempersiapkan SDM di Maluku yang memiliki kemampuan berpikir, IQ tinggi, sehat jasmani dan Rohani, sehingga anak-anak Maluku menjadi putra-putri kebanggan bangsa,” sambungnya.
Dia menambahkan, faktor kemiskinan dan kekurangan akses terhadap air bersih merupakan penyebab utama stunting. Kondisi ekonomi yang sulit dapat membatasi akses keluarga terhadap nutrisi yang cukup, sementara kekurangan air bersih dapat memengaruhi sanitasi dan kesehatan anak.
“Prinsipnya masalah kita semua harus gandeng tangan untuk selesaikan masalah stunting di Maluku,” pungkasnya.(Nal)
Dapatkan sekarang