NAMROLE,AT-Cuaca ekstrim yang melanda Kbupaten Buru Selatan sejak beberapa hari belakangan ini menelan korban jiwa.
Seorang siswa SMP di Kota Namrole, Salsa Umagap hilang selama 7 jam setelah terseret pusaran ombak saat hendak menolong adiknya yang sedang berenang di Pantai Desa Waenono, Kecamatan Namrole, kemarin petang.
Korban ditemukan sudah meninggal dunia sekira pukul 23.00 WIT setelah upaya pencarian dilakukan masyarakat bersama aparat kepolisian dengan menyisir pantai di Desa Waenono hingga Desa Elfule.
Informasi yang diperoleh koran ini dilapangan menyebutkan, warga desa Elfulle Kecamatan Namrole ini sementara beraktivitas tidak jauh dari bibir pantai tempat adiknya berenang sekira pukul 17:30 WIT. Tiba-tiba korban dikejutkan dengan teriakan adiknya meminta tolong akibat terseret arus laut dan ombak besar.
Mendengar teriakan itu, korban langsung bergegas berenang untuk membantu adiknya. Masyarakat di sekitar lokasi yang mendengar teriakan itu juga berusaha untuk menolong adik korban. Hanya saja, upaya untuk menyelamatkan adik korban berhasil dan langsung dibawa ke darat oleh masyarakat.
Namun masyarakat yang hendak kembali untuk menolong korban ternyata tidak berhasil karena telah hilang terserat arus dan ombak besar.
Upaya pencarian pun dilakukan masyarakat sejak pukul 17:00 WIT hingga larut malam. Upaya pencairian di tengah laut dalam kondisi cuaca ekstrim itupun akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan tak jauh dari bibir pantai belakang kantor bupati lama.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit dr Salim Alkatiri untuk menjalani otopsi. Usai menjalani otopsi korban akhirnya diambil keluarga untuk dikembalikan ke rumah di desa Elfule kecamatan Namrole.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru Selatan Rajai Mnunawar Awat yang dikonfirmasi Ambon Ekspres membenarkan kejadian tersebut.
“Memang benar ada terjadi peristiwa terseretnya salah satu warga desa Elfule Salsa Umagap akibat terjangan ombak. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (6/6) sekira pukul 17:30 WIT,”akuinya.
Mendengar informasi itu, lanjut Munawar, pihaknya bersama aparat kepolisian, dan masyarakat berupaya untuk memberi pertolongan dan mencari korban. Proses peencarian dilakukan hingga malam hari kendati di perhadapkan dengan cuaca ektrim.
“Alhamdulila setelah pencarian yang dilakukan hampur tujuh jam, koban akhirnya ditemukan dibibir pantai tepatnya di belakang kantor bupati lama, sekitar pukul 23.30 WIT, ”ungkapnya.
Setelah ditemukan korban dilarikan ke rumah sakit dr Salim Alkatiri untuk menjalani outupsi sebelum dikembalikan ke keluarga untuk proses pemakaman. (Edy)
Dapatkan sekarang