Hasil Survey LSI Pilgub Maluku, Elektabilitas JAR Lampaui Petahana
Direktur Konsultan Citra Indonesia-Lembaga Survei Indonesia (KCI-LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby, dalam keterangan pers terkait hasil survey Cagub Maluku di salah satu hotel di Ambon, Jumat (25/8).--Ely/Ameks.
FaizalLestaluhu
26 Aug 2023 06:26 WIT

Hasil Survey LSI Pilgub Maluku, Elektabilitas JAR Lampaui Petahana

AMBON,AT.-Hasil survei dilakukan Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Denny JA, kurang lebih setahun (15 bulan) menjelang Pilkada Gubernur Maluku 2024, elektabilitas petahana Murad Ismail (MI), dilampaui penantang baru, Jeffry Apoly Rahawarin (JAR). 

Bahkan elektabilitas JAR melampaui dua incumbent (petahana) sekaligus, yakni Gubernur Murad Ismail (MI), dan wakil gubernur Barnabas Nathaniel Orno (BNO).

Di survei LSI Denny JA Juli 2023, elektabilitas Jeffry mencapai 18.7 %, disusul Murad sebesar 18.4 %, dan Barnabas sebesar 8.9 %. Hanya Jeffry dan Murad yang elektabilitasnya diatas 15 % dan jarak elektabilitasnya jauh dibandingkan dengan nama-nama cagub lainnya. 

Demikian isu penting pertama, dari temuan survei LSI Denny JA pada bulan Juli 2023. LSI Denny JA melakukan survei tatap muka (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner kepada 800 responden di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Maluku. Dengan 800 responden, margin of error survei ini sebesar 3.5 %. Survei dilakukan pada tanggal 13 Juni -1 Juli 2023. Hal itu disampaikann Direktur Konsultan Citra Indonesia-Lembaga Survei Indonesia (KCI-LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby, dalam keterangan pers di salah satu hotel ternama di Ambon, Jumat (25/8).

Dalam paparanya, Adjie memastikan, dari hasil survei dilakukan LSI Denny JA, dengan data Juli 2023, pertarungan pilkada Maluku per hari ini hanyalah pertarungan head to head dua tokoh yaitu Jeffry versus Murad. 

“Pertarungan antara petahana dan new comer. Angka elektabilitas kedua tokoh ini hanya berbeda dalam margin of error survei. Secara teori dan pengalaman, tentunya Jefrry lebih diuntungkan dengan statusnya sebagai challenger (penantang),” kata Adjie. 

Sebaliknya sebagai petahana, Murad dalam posisi yang lebih sulit. Murad seharusnya memiliki elektabilitas yang tinggi. Namun 15 bulan jelang pilkada, elektabilitas Murad yang kalah dari Jeffry sebagai penantang.

”Mengindikasikan bahwa publik Maluku tak menginginkan kepemimpinan saat ini berlanjut. Mereka ingin perubahan dan pergantian kepemimpinan,” jelas Adjie Alfaraby.

Dijelaska, dari 18 nama yang diuji dalam survei, ada 16 nama yang bisa dikategorikan sebagai penantang (dua nama lainnya adalah petahana Murad dan Barnabas). Namun dari 16 nama tersebut, selain Jeffry, tak ada cagub yang signifikan secara elektabilitas. 

“Elektabilitas tokoh-tokoh tersebut rata-rata hanya dibawah 10 %. Meskipun sejumlah nama-nama tersebut adalah kepala daerah dan mantan kepala daerah di Maluku, namun elektabilitasnya tak signifikan,” jelas Adjie Alfaraby.

Sudah 3 (tiga) kali LSI Denny JA melakukan survei pemetaan pemilih di Maluku. Pada November 2021 dan Agustus 2022, survei menemukan bahwa Murad masih menempati peringkat pertama elektabilitas dari semua tokoh yang diuji. Namun dari dua tahun lalu, Murad bukanlah petahana yang kokoh dukungannya. Karena sejak 2021 elektabilitas Murad sudah dibawah 25 %. Pada November 2021, elektabilitas Murad hanya sebesar 21.4 %, dan pada Agustus 2022, elektabilitas Murad sebesar 22.5 %. Dan kini pada Juli 2023, elektabilitas Murad hanya sebesar 18.4 %. Elektabilitas Murad terlihat stagnan dan cenderung turun.

"Harusnya sebagai petahana, idealnya elektabilitas Murad diatas 50%. Sementara Jeffry sebagai penantang kuat Murad saat ini, menunjukan tren elektabilitas yang positif. Pada November 2021, elektabilitas Jeffry hanya sebesar 5.2 %, kemudian naik menjadi 10.2 % pada Agustus 2022, dan naik signifikan menjadi 18.7 % pada Juli 2023," katanya. 

Dia melanjutkan, petahana wagub Barnabas Orno justru menunjukan tren yang negatif. Pada November 2021 elektabilitas Barnabas di posisi kedua dengan angka sebesar 14.1 %, kemudian turun menjadi 10.9 % pada Agustus 2022 (masih posisi kedua), dan saat ini turun lagi menjadi 8.9 % pada Juli 2023 (posisi ketiga).

“Selain mengenai elektabilitas Cagub, survei LSI Denny JA pada Juli 2023 juga menunjukan bahwa isu penting masyarakat Maluku saat ini. Sebesar 63.6 % menyatakan bahwa masalah ekonomi adalah masalah paling penting di Maluku,” sebut Adjie. 

Kemudian, lanjut dia, susul masalah pelayanan masyarakat, pendidikan, dan kesehatan sebesar 13.2 %, dan masalah infrastruktur sebesar 8.9 %. Ada sejumlah masalah lainnya yang juga dianggap penting, namun angkanya dibawah 5 %. 

“Mereka yang laki-laki maupun perempuan, beragama Islam, Kristen maupun Katolik, mereka yang muda maupun muda, mereka yang berpendidikan tinggi maupun rendah, mereka yang wong cilik hingga mereka yang mapan secara ekonomi, mereka yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, petani/nelayan, hingga pelajar/mahasiswa, mayoritas memnyatakan bahwa masalah ekonomi adalah masalah prioritas di provinsi Maluku saat ini,” jelasnya.

Mengapa hanya Jeffry yang muncul sebagai penantang yang moncer? LSI Denny JA menemukan ada 4 alasan yang menjelaskan. Pertama, Jeffry adalah cagub paling disukai. Meskipun popualritas masih mencapai 60.2 %, dan dibawah tokoh lainnya, namun tingkat kesukaan Jeffry paling tinggi dibanding semua cagub lainnya yaitu sebesar 73.9 %. 

Kedua, Jefrry adalah kandidat cagub yang paling banyak terpaan ruang publik (baliho/billboard dan spanduk). Ketiga, Jefrry adalah kandidat yang paling banyak kampanye dari rumah ke rumah. Survei menunjukan bahwa relawan dan atribut Jefrry paling banyak diterima oleh publik Maluku dibanding kandidat lain. Keempat, Jefrry paling dominan di media sosial. Pengguna media sosial di Maluku mencapai 54.5 %. Dan Jefrry adalah kandidat yang paling banyak dilihat di media sosial dan paling disukai.

Selain peta elektoral pilgub, LSI Denny JA juga memotret peta pilpres 2024 di Maluku. Hasilnya Prabowo Subianto unggul dibanding Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Di Juli 2023, Prabowo memperoleh dukungan sebesar 33.6 %, disusul Anies Baswedan sebesar 30.5 %, dan Ganjar Pranowo sebesar 20.2 %, dan yang belum memutuskan sebesar 15.7 %. 
“Dua jenderal unggul di Maluku. Pilpres diungguli oleh Prabowo Subianto. Dan Pilgub diungguli oleh Jeffrey Apoly Rahawarin. Pemilu masih 15 bulan lagi, tentunya masih mungkin terjadi dinamika elektabilitas para tokoh!,” tutup Adjie(ERM)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai