AMBON,AT-Lembaga Survei Indonesia (LSI) telah merilis hasil survei elektabilitas bakal calon Gubernur Maluku tahun 2024 yang menempatkan pendatang baru Jefri Apolly Rahawarin (JAR) unggul tipis 18,7 persen dari petahana Gubernur Maluku, Murad Ismail (MI) 18,4 persen. Hasil ini diprediksi bisa dikejar oleh Murad melalui program yang dilakukan ke masyarakat harus terukur.
Survei dengan menggunakan 800 responden sebagai sampel di 11 Kabupaten/Kota, dilakukan sejak 13 Juni hingga 1 Juli 2023, dengan margin of eror sebesar 3.5 persen.
Direktur Konsultan Citra Indonesia-Lembaga Survei Indonesia (KCI-LSI), Adjie Alfaraby mengungkapkan, sebanyak 18 nama bakal calon Gubernur periode 2024-2029 yang ditonjolkan di survei elektabilitas. Mereka adalah Jefry Apoly Rahawarin 18,7 persen, Murad Ismail 18, 4 persen, Barnabas Orno 8,9, Abdulah Vanath 8, Abdullah Tuasikal 4,1 persen, Abdul Mukti Keliobas 3,9 persen, Said Assagaf 3,6, Ramli Umasugi 2,3, Mercy Cheristy Barends 2,3, Hendrik Lewerissa 2,3, Hamzah Sangadji 2 persen, Said Latuconsina 1,1 persen, Saadiah Uluputy 0,9 , Nono Sampono 0,9, Tuasikal Abua 0,7 , Petrus Fatlolon 0,7 Marthinus Hukom 0,2 dan Febry Calvin Tetelepta 0,2 persen. Respon yang tidak menjawab 20,8 persen.
Hasil tersebut, Jefri mengungguli Murad dan Barnabas Orno yang keduanya kini masih menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.
Menanggapi hasil Itu, Pengamat Politik Universitas Pattimura Ambon, Amir Kotarumalos menilai isu ekonomi 63.6 persen menjadi isu penting, maka tersisa 15 bulan waktu pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tahun 2024 Murad sebagai petahana masih memiliki peluang untuk mendongkrak hasil tersebut.
"Sebenarnya sederhana yang harus dilakukan Pak Murad bagaimana mengembalikan daya beli masyarakat. Mikro harus diperkuat lagi," sebut Amir.
Program pemberdayaan kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan harus gencar dilakukan secara terukur, baik kepada petani, nelayan, buru, kulit bangunan, tukang ojek dan lainnya yang secara ekonomi masih tergolong rendah.
Ini perlu agar masyarakat bisa mengelola modal usahanya lewat bantuan tersebut demi meningkatkan pendapatan ekonominya. Termasuk pelatihan untuk setiap jenis usaha, harus dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku secara efektif.
"Ini yang harus diperhatikan Gubernur di sisa masa jabatannya.
Bantuan yang diberikan harus terkawal hingga sampai ke bawah. Jangan diberikan tanpa pengawalan, akibatnya tidak menyentuh masyarakat bawah," ingatnya.
Tim Gubernur Percepatan Pembangunan (TGPP) Maluku sebut Amir, harus bekerja lebih terukur lagi dengan memaksimalkan pengawalan terhadap setiap program betul-betul sampai ke masyarakat. Karena dengan begitu simpati masyarakat kepada Murad terus meningkat.
Menurutnya, selama pengawalan dilakukan tidak maksimal, maka sulit untuk mendongkrak elektabilitas Murad kembali naik.
Murad sebagai petahana katanya, harus menciptakan satu suasana baru terkait elektabilitasnya.
"Tim TGPP harus bekerja seefektif mungkin. Salah satunya dengan menganalisis kendala struktural ditingkat bawah. Jangan terbawah dengan data BPS ekonomi Maluku naik, karena berbanding terbalik dengan data LSI. Ini yang harus dikaji oleh MI, agar kebijakan yang dilakukan harus lebih terukur," sebut Kotarumalos.
Menurut Amir, jika semua instrumen yang dimiliki Murad bekerja dengan baik dan terukur, maka elektabilitasnya diyakini naik bahkan bisa melebihi hasil yang diperoleh Jefry saat ini.
"Kan problem utamanya adalah ekonomi yang paling mendasar. Maka ini yang harus diperhatikan oleh MI. Memang terlihat kerja sederhana, tetapi memiliki dampak luar biasa, karena tingkat kesejahteraan masyarakat naik. 15 bulan waktu yang masih jauh dan harus di kejar oleh MI di sisa masa jabatannya. TGPP harus lebih serius lagi," pungkasnya. (WHB)
Dapatkan sekarang