Hasil RUPS-LB Bank Maluku-Malut: Gaji dan Tunjangan Komisaris Turun
Hendrik Lewerissa.
FaizalLestaluhu
13 Nov 2025 11:22 WIT

Hasil RUPS-LB Bank Maluku-Malut: Gaji dan Tunjangan Komisaris Turun

AMBON,AE-Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Maluku-Maluku Utara (Malut) diketahui telah digelar secara tertutup  di ballroom GiiA Hotel Jakarta, Rabu (12/11/2025)

RUPS-LB yang dipimpin Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Direktur Utama dan Komisaris Utama Bank Maluku-Malut itu dihadiri para pemenang saham pengendali dan Bupati/ walikota dari dua provinsi ini.

Namun untuk Maluku sendiri, di antara 11 kabupaten/kota, Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Benjamin Thomas Noach baru datang setelah rapat hampir selesai, sedangkan Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa tidak menampakkan diri alias absen.

Hasil RUPS-LB sendiri diketahui telah mengangkat Inggrid Sahusilawane sebagai Direktur Utama BMM, Ichwan selaku Komisaris Independen dan Maichel Papilaya sebagai Komisaris.

Usai RUPS-LB, Gubernur kepada wartawan mengatakan, para pemegang saham telah putuskan dan menyetujui dalam RUPSLB terkait gaji, tunjangan dan jasa produksi karyawan hingga direksi.

"Buat karyawan dan direksi yang pasti ada peningkatan untuk jasa produksi. Untuk gaji dan tunjangan komisaris, pemegang saham tidak setuju untuk naik tapi sedikit alami penurunan,"katanya. 

Bagi Gubernur, keputusan itu harus dilihat positif sebagai langkah arif dan bijaksana pemegang saham pengendali dan para pemegang saham sebagai respons terhadap kondisi ekonomi saat ini. 

"Para Komisaris juga legowo gaji dan tunjangan dikurangi sebab prinsip mereka ialah pengabdian. Tapi untuk jasa produksi ada penambahan. Terutama untuk karyawan naik 15 persen,"terang Lewerissa. 

Selain itu, para pemegang saham juga menyetujui pembangunan kantor pusat yang baru. Itu karena para pemegang saham menilai kantor pusat sekarang sudah termakan usia dan mesti ada kantor yang lebih representatif.

"Kondisi existing yang sudah tidak memenuhi syarat lagi, sehingga disetujui dalam RUPSLB untuk pembangunan gedung baru Maluku-Malut,"jelas Lewerissa. 

Hala lain yang disepakati, menurut Gubernur, ialah mengakomodasi bank DKI sebagai salah satu pemegang saham pengendali Bank Maluku-Malut. Karena merujuk pada kerja usaha bank (KUB) yang telah ditandatangani antara Bank Maluku-Malut dan Bank DKI. 

"Tetapi soal itu masih harus menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi ketika OJK sudah menyetujui Bank DKI sebagai pemegang saham pengendali kedua maka otomatis Bank DKI merupakan bagian dari Bank Maluku-Malut,"tandas Lewerissa. 

Terlepas dari beberapa keputusan itu, ada satu hal positif yang terungkap dalam RUPSLB tersebut, dimana dalam laporan manajemen bahwa Laba Bank Maluku-Malut tahun anggaran 2025 bila dibanding 2024 mengalami peningkatan sangat signifikan. 

Menurutnya, capaian itu sangat luar biasa, karena ditengah kondisi ekonomi dunia, nasional serta lokal, maupun kondisi bank-bank daerah, tidak mencetak produktivitas seperti Bank Maluku-Malut. 

"Jadi kami patut berbangga dengan kinerja bank Maluku-Malut. Karena kalau kita jadikan bank pembangunan daerah lain sebagai rujukan, maka sesungguhnya profit dan produktivitas bank Maluku-Malut itu meningkat," tutup Lewerissa.(Nal) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai