AMBON,AT— Kebijakan pemerintah pusat menurunkan harga pupuk bersubsidi disambut positif oleh para wakil rakyat di daerah.
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Wahid Laitupa, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bagi petani di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Maluku.
Menurut Wahid, keputusan tersebut menjadi angin segar bagi petani yang selama ini mengeluhkan kelangkaan dan tingginya harga pupuk.
Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut perlu diiringi dengan pengawasan ketat terhadap para distributor agar penyaluran pupuk bersubsidi benar-benar tepat sasaran.
“Untuk Maluku, DPRD akan memberi perhatian serius terhadap pengawasan distribusi pupuk. Penjualan kepada petani harus sesuai dengan harga subsidi yang telah ditetapkan, yakni dengan potongan sebesar 20 persen,” ujar Wahid, Kamis (6/11/2025).
Wahid menambahkan, petani kerap menghadapi kesulitan dalam memperoleh pupuk dengan harga wajar. Kondisi ini berdampak pada produktivitas pertanian yang menurun karena sebagian petani memilih bercocok tanam tanpa pupuk akibat mahalnya harga di pasaran.
Ia mengingatkan para distributor untuk tidak “bermain-main” dalam penyaluran pupuk bersubsidi. DPRD, kata dia, akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat apabila ditemukan adanya penjualan pupuk di atas harga yang telah diatur pemerintah.
Dijelaskan bahwa dengan kebijakan subsidi dan pengawasan yang efektif, DPRD Maluku berharap petani di daerah ini benar-benar merasakan manfaat langsung dari turunnya harga pupuk.
“Kami berharap petani tidak segan melapor ke DPRD jika mendapati harga pupuk tidak sesuai dengan ketentuan subsidi pemerintah pusat,” tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Seperti dikutip dari DetikNews.com Rabu (05/11/25), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas)
saat mengunjungi kios UD Jaya Mandiri, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu kemarin.
Ketua umum PAN ini sebelumnya ikut memantau penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi terbaru telah diterapkan di sejumlah kios di seluruh Indonesia, termasuk Jombang (Jawa Timur) dan Kulon Progo (Daerah Istimewa Yogyakarta) dan ketersediaan sangat cukup sesuai regulasi.
"Semua pupuk bersubsidi melalui Pupuk Indonesia didiskon 20 persen. Terima kasih Pak Presiden Prabowo, terima kasih Pupuk Indonesia," ujar Menko Zulhas.
Dijelaskan pendistribusian pupuk yang tepat waktu ini berdampak positif pada peningkatan produktivitas padi.
"Kalau produksinya naik pendapatan petani juga naik. Apalagi saat ini harga gabah juga naik menjadi Rp 6.500 per kilogram, bahkan ada yang lebih. Dulu Rp 6.000 kilogram ke bawah," ujar Zulhas. (Wahab)
Dapatkan sekarang