Harga Kebutuhan Pokok di Namrole Merangkak Naik, Pemkab Bakal Lakukan Opas
Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Elieser Selsily bersama Sekda, Umar Mahulette saat melakukan pemantauan di Pasar Namrole beberapa hari lalu--Edy/Ameks.
FaizalLestaluhu
09 Sep 2023 06:54 WIT

Harga Kebutuhan Pokok di Namrole Merangkak Naik, Pemkab Bakal Lakukan Opas

AMBON,AT-Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan, dua pekan terakhir merangkak naik.

Kondisi ini mulai dikeluhkan masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu. Warga terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli berbagai kebutuhan pokok mereka. 

Data yang diperoleh media ini, lonjakan harga terjadi untuk sejumlah komoditi. Untuk Beras Unit  misalnya, dijual satu karung 25 kg Rp 325.000 hingga Rp 350.000.  Harga sebelumnya Rp 320.000 hingga Rp 340.000 dan 1 kilogramnya dijual dengan harga Rp 13.000  hingga Rp 14.000. 

Sementara untuk Beras 2 Udang satu karung 25 kg  dijual Rp 365.000,  harga sebelumnya   Rp  360.000.  Beras Karung Kuning Polos satu karung ukuran 25 kg dijual Rp  310.000,  awalnya dijual dengan harga Rp  300.000 dan Beras Melati 25 kg Rp 380.000  harga sebelumnya Rp 360.000.

Untuk komoditi Bawang Putih 1 kg Rp 60.000, harga sebelumnya Rp 50.000. Bawang Merah Rp 50.000 harga Rp 40.000. Cabai rawit alami penurunan harga menjadi Rp 30.000/kg, sebelumnya per kilonya mencapai Rp 70.000. Cabai  kriting  harganya stabil Rp 60.000 per kilo. 

"Untuk harga Bawang  karena kita  kotor harga Rp 42.000 dari Kota Ambon yang didatangkan pihak kedua  sehingga dijual Rp 60.000/kg. Kenaikan harga Bawang Putih maupun Bawang Merah sudah terjadi sejak dua minggu belakangan ini," ungkap Wa Dewa, salah seorang di Pasar Unit Kota Namrole kepada media ini, kemarin. 

"Kalau cabai kriting kita ambil dari Namlea. Sedangkan cabai rawit diambil dari Desa Sekat, Kecamatan Kepala Madan," tambahnya. 

Dibagian lain, Atul, Pedagang Beras menerangkan, beras yang dijual ini berasaldari Unit.

"Ada juga dari Kota Ambon dan  Surabaya, Jawa Timur," sebutnya.

Ditanya penyebab kenaikan sejumlah kebutuhan masyarakat ini, Atul mengaku karena pasokan yang terbatas. 

"Salah satu pemicu kenaikan harga kebutuhan masyarakat ini karena pasokan yang terbatas. Untuk Beras bukan hanya di Kota Namrole, tetapi ini hampir terjadi di semua tempat," pungkasnya. 

Sementara itu, Dominggus Seleky, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Buru Selatan yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah- langkah guna mengatasi kenaikan harga sejumlah kebkebutuh pokok warga dalam berapa hari terakhir ini.

"Kita akan lakukan langkah- langkah antisipasi sehingga bisa menekan harga di pasar," ujarnya .

Bahkan lanjutnya, kemungkinan dilakukan Operasi Pasar (Opas) untuk menyikapi kondisi saat ini, terutama untuk kebutuhan beras.

"Untuk Beras ini kan kenaikannya bukan hanya di Buru Selatan, tetapi kenaikannya secara nasional karena  stok beras untuk saat ini juga menjadi permasalahan yang sementara disikapi secara serius oleh pemerintah. Olehnya itu kita akan lakukan koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah ( TPID) untuk lakukan Opas, " tutupnya.(ESI)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai