NAMROLE, AT-Buru Selatan merupakan salah satu kabupaten penghasil ikan di Provinsi Maluku. Namun, beberapa minggu terakhir, harga ikan di Pasar Namrole dianggap mencekik masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke bawah.
Pantauan media ini Sabtu (31/1) pasokan ikan ke pasar ikan di Kota Namrole tidak ada sama sekali. Tempat- tempat dalam pasar ikan yang biasanya di gunakan pedagang untuk menjual ikan terlihat sepi. Hanya satu pegang yang berjualan. Itupun hanya beberapa jam saja, karena pasokan ikan sangat terbatas bahkan tak ada sama sekali.
Salma Marwan, salah seorang penjual ikan di Kota Namorle Kabupaten Buru Selatan mengakui hal tersebut.
"Memang untuk pasokan ikan dalam beberapa minggu terakhir ini sangat kurang. Kondisi ini memicu terjadinya kenaikan harga dari hari- hari biasanya," akuinya.
Ia mengaku biasanya pasokan ikan yang diambil dari nelayan saat stok ikan melimpah, harganya per box berada di kisaran Rp 500.000 hingga Rp. 600.0000. Namun dengan kondisi pasokan ikan yang sulit akhir - akhir ini harga ikan melonjak drastis menjadi Rp. 1.000.000 hingga Rp 1.500.000 per box. Kalau di jual maka 4-5 ekor Rp 20. 000 itupun ukuranya kecil untuk ikan Momar, " sebutnya.
Sementara untuk ikan batu- batu biasnya di jual itu, ada pada kisaran Rp. 50.000 per empat ekor ukuran sedang. Namun karena kondisi pasokan ikan yang kurang maka harganya ada di kisaran Rp 100. 000 hingga Rp 150. 000 untuk empat ekor yang ukuranya sedang.
"Kita kan ambil dari nelayan lagi, sehingga kita jual harus diatas harga yang diambil dari nelayan. Kalau tidak lakukan seperti itu, maka kita akan rugi, " keluhya.
Hal yang samapun diungkapkan Wa Ina. Ia mengaku pasokan ikan untuk satu minggu terkahir ini sangat kurang. Lebih parah lagi untuk hari ini tidak ada sama sekali.
"Hari ini dalam pasar ikan saya saja yang berjualan, karena ikan sangat susah didapat," akuinya.
Ditanya faktor yang mengakibatkan harga ikan melonjak drastis dan terkesan mencekik masyarakat, keduanya mengaku kondisi ini diakibatkan karena cuaca.
"Karena cuaca yang kurang bersahabat dan itu berdampak sekali untuk pendapatan nelayanan dan berimbas pada kenaikan harga ikan," akuinya.
Sementara itu, Emus salah satu warga Kota Namrole Kabupaten Buru Selatan meminta Dinas Kelautan dan Perikanan untuk jeli melihat persoalan keterbatasan pasokan ikan di wilayah Kota Namrole.
"Saya kira Dinas Kelautan dan Perikanan harus turun tangan untuk melihat kondisi ini," pintanya.
Bisa saja kata dia, hasil takapan nelayan baik pribadi maupun secara kelompok tidak dipasok ke pasar yang ada di Kota Namrole, namun di jual ke luar Namorle dengan keuntungan yang berlipat.
"Saya kira harus ada langkah yang diambil Dinas Kelauatan dan Perikanan. Hasil tangkapan apakah itu nelayan secara pribadi ataupun kelompok harus juga di pasok ke Pasar Ikan di Kota Namrole. Ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sebagian besar mengkonsumsi daging ikan ketimbang daging lainnya," pungkasnya. (Edy)
Dapatkan sekarang