91 Wilayah di Ambon Terancam Longsor, Masyarakat Diminta Waspada
--Ketgam foto Utama--

Sebagian bangunan Kafe Panorama di Jalan Pituina-Karang Pajang, Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ambruk, Kamis (15/6) akibat hujan deras selama beberapa hari terakhir. Tampak petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon bersama warga setempat sedang memasang terpal dan mengangkat material.
Admin
16 Jun 2023 12:32 WIT

91 Wilayah di Ambon Terancam Longsor, Masyarakat Diminta Waspada

AMBON,AT--Hujan deras disertai angin kencang masih melanda Kota Ambon. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada 100 wilayah terancam longsor.

Data BPBD Kota Ambon juga menyebutkan, dalam sehari longsor dan pohon tumbang menghantam 17 rumah
hingga alami rusak. Sementara banjir merendam 35 rumah dan fasilitas umum yang mengakibatkan ratusan warga mengungsi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Ambon, Fahmi Sallatalohy mengatakan, akibat hujan deras yang mengguyur Kota Ambon sejak Rabu (14/6) longsor dan pohon tumbang menimpa 17  rumah di berbagai kawasan di Kota Ambon.

"Longsor dan tumbangan pohon menimpa rumah warga sehingga  mengakibatkan  kerusakan pada bagian bangunan,"kata Fahmi, Kamis (14/6).

Adapun rumah yang rusak di di Jjalan Perumtel Gunung  Nona RT/RW 
001/007 1 unit, Latuhalat Waimahu
1 unit, Desa Mahia RT/RW 006/004 1 unit,  Bere-bere, Kelurahan Batu Meja RT/RW 003/005 dua unit, Ahuru Kampung Kolam 2 unit, depan asrama 
Polisi Negeri Soya RT/RW 004/002 1 unit, Soya RT/RW 001/001 Kecamatan 
Sirimau 1 unit, Negeri Laha RT 001/ RW 001, 1 unit Karang panjang RT 
003/ RW 001 1 unit, Karang Panjang RT 003 RW 002 1 unit, Batu Meja 
RTR001/RW005 depan gereja 
Getsemani 3 unit,  Batumeja 1 unit dan 1 unit Amantelu.

Menurut Fahmi, rumah dan fasilitas umum seperti sekolah yang terendam banjir juga terjadi di sejumlah kecamatan. Kurang lebih 10 unit di kawasan Kudamati Farmasi, 4 sampai 5 rumah di Kelurahan Waihaong, 20 unit di kawasan RT 01/RW 002, RT 002/RW 002 Waihaong 20 unit dan 1 di kawasan Passo Airbesar.

"Untuk rumah yang rusak akibat longsor dan pohon tumbang itu, terdapat 17 KK dan 70 jiwa. Sementara untuk banjir sendiri ada sekitar 49 KK, dan 160 jiwa,"terangnya.

Selain itu, kata dia, ada 70 unit rumah yang dihuni 270 jiwa juga terancam longsor. Longsor juga berpotensi terjadi di 91 wilayah di Kota Ambon. Terbanyak di Kecamatan Sirimau dan Nusaniwe.

Selain rumah warga, ada sejumlah infrastruktur umum lainnya yang mengalami kerusakan. Semisal satu unit bangunan sekolah SD Katolik, talud penahan tanah dan jalan setapak.

"Untuk talud penahan tanah ini ada 8 titik, kemudian talud sungai 2 titik, dan jalan setapak 6 titik,"ujarnya.

Fahmi menegaskan tidak ada korban jiwa. Pihaknya telah meninjau lokasi bencana sekaligus memberikan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana di lokasi kejadian bencana maupun yang datang langsung ke Kantor BPBD Kota Ambon.

"Penanganan tanggap darurat, berupa pemberian bantuan logistik, seperti 
8 Buah Terpal 6x8 meter,121 buah terpal ukuran 4x6 meter,  62 buah terpal ukuran 5x7 meter, 3 buah sekop,  2 buah gerobak, 410 karung plastik,"tandasnya.

Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena bersama Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Agus Ririmasse, didamping sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) meninjau sejumlah lokasi longsor di Kota Ambon. Lokasi yang didatangi adalah kawasan Batumerah, Galunggung, Kecamatan Sirimau, Kate-kate, Desa Hunuth, Kecamatan Baguala, dan Gunung Nona di kecamatan Nusaniwe.

Wattimena mengingatkan masyarakat yang mendiami bantaran sungai, lereng gunung, dan daerah-daerah yang dianggap rawan bencana untuk tetap waspada.

"Untuk warga yang selama ini berada di lokasi-lokasi rawan bencana supaya lebih berhati-hati, karena bencana ini kan tidak pernah kita duga kapan datangnya. Yang paling penting adalah kita waspada terutama yang rawan. Kalau banjir ya pasti bisa diantisipasi tapi longsor-longsor ini yang berbahaya. Jangan sampai pada saat kita tertidur  atau tidak dalam posisi siaga lalu kita tertimpa. Karena itu saya berharap masyarakat tetap waspada,"pungkasnya. (AHA)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai