Hadirkan 74 Peserta, Bimtek SPP TIK Sukses Digelar di Maluku
Puluhan peserta pose bersama usai mengikuti Bimtek SPP-TIK. --Enak/AT.
FaizalLestaluhu
31 May 2024 10:29 WIT

Hadirkan 74 Peserta, Bimtek SPP TIK Sukses Digelar di Maluku

AMBON,AT-Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPP TIK), di Provinsi Maluku.

Bimtek SPP TIK yang dipusatkan di Kota Ambon, sejak 27 hingga 30 Mei 2024 kemarin itu, sukses digelar dengan melibatkan 74 peserta dari sejumlah Kabupaten/kota di Provinsi Maluku.

74 peserta itu sendiri, diketahui berasal dari Kota Ambon, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Timur (SBT), Maluku Tengah, Kota Tual, serta Kabupaten Kepulauan Aru.

Penutupan Bimtek SPP TIK itu, dihadiri Kepala Perpustakaan Nasional RI, yang diwakili Yoyo Yahyono, S.IP.,M.Si selaku Pustakawan Ahli Utama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku, Elviana Tikupasang, serta pihak terkait lainnya.

Yoyo Yahyono saat membacakan sambutan Kepala Perpustakaan Nasional RI mengatakan, Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) adalah peningkatan peran dan fungsi Perpustakaan.

Hal itu dilakukan melalui pelibatan masyarakat sebagai wahana belajar sepanjang hayat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pengguna perpustakaan. 

Program TPBIS adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional RI yang melibatkan pemerintah daerah baik provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk mengembangkan fungsi dan peran perpustakaan dalam memberikan pelayanan sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.

“Bimtek SPP-TIK ini merupakan upaya peningkatan kapasitas bagi tenaga perpustakaan mitra TPBIS, sehingga perpustakaan yang dikelola dapat mendukung berprosesnya transfer pengetahuan,”jelasnya.

“Kemudian menjadikan perpustakaan sebagai wadah bagi masyarakat, untuk menemukan solusi dalam permasalahan-permasalahan yang ada melalui membaca dan bertukar informasi,”sambungnya.

Dalam kegiatan Bimtek SPP-TIK¸ peserta diberikan ilmu untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan, menyelenggarakan kegiatan pelibatan masyarakat.

Kemudian melaksanakan advokasi kepada pihak-pihak yang berpotensi mendukung kegiatan perpustakaan dalam berbagai bentuk, baik material maupun non material. Peserta juga dibekali kemampuan dasar untuk melakukan publikasi kegiatan TPBIS dari yang paling sederhana melalui media sosial hingga media arus utama.
 
Tujuan diselenggarakannya TPBIS ini secara umum terangkum dalam arah kebijakan Perpustakaan Nasional Tahun 2020-2024, yaitu, peningkatan budaya literasi melalui pemasyarakatan kegemaran membaca, penguatan konten literasi.

“Dan juga transformasi perpustakaan melalui peningkatan akses dan kualitas layanan berbasis inklusi sosial bagi terwujudnya masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif dan berkarakter. Secara spesifik, tujuan TPBIS adalah terciptanya masyarakat sejahtera melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,”paparnya.

Lebih lanjut, ia mengaku, Pada Tanggal 17 Mei 2024 bertepatan dengan HUT ke 44 Perpustakaan Nasional RI dan Hari Buku Nasional, Perpustakaan Nasional RI telah menandatangani Surat Edaran Bersama antara Kepala Perpustakaan Nasional RI dengan Kemendes PDTT.

Hal itu untuk mendukung Gerakan Literasi Desa, yang telah dicanangkan Bapak Wakil Presiden Prof. K.H Ma’ruf Amin. Ia mengatakan, Surat Edaran Bersama ini berkisar pada penguatan tentang literasi.

Dimana, jika desa membutuhkan anggaran untuk pengembangan Perpustakaan Desa dapat diputuskan dalam musyawarah desa, dan diresmikannya dalam peraturan desa, maka Perpustakaan Desa dapat menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).
Kemudian dapat di dukung program dan anggaran desa melalui APB DES. 

“Untuk itu mari bersama-sama kita jadikan Perpustakaan Desa, sebagai tempat yang memancarkan cahaya literasi bagi setiap lapisan masyarakat, sehingga desa kita menjadi pusat pembelajaran yang dinamis dan inklusif,”harapnya.

Ia menambahkan, tugas mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia bukan perkara perorangan atau perkara satu instansi saja, melainkan tugas dari berbagai lapisan untuk ikut serta dalam terlaksananya tugas mulia ini. 

“Kita semua bisa ambil peran. Kita semua harus ikut berperan, dalam mentransformasi perpustakaan menjadi hidup dan terang di tengah-tengah masyarakat. Untuk Indonesia yang lebih berdaya dan sejahtera,”tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Maluku mengatakan, sangat mengapresiasi Perpustakaan Nasional RI yang sudah menyelenggarakan Bimtek terkait dengan pengembangan perpustakaan khususnya di desa, dalam upaya untuk transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Artinya bahwa, perpustakaan yang di desa itu diharapkan dapat membantu untuk memberdayakan masyarakat desa, misalnya ada UMKMnya, dan lain sebagainya,”jelasnya.

“Itu berarti kan ada buku-buku yang bisa menunjang dan itu akan meningkatkan ekonomi kesejahteraan masyarakat desa, mungkin juga bisa dari bidang kesehatan dan lain juga bisa membantu.”paparnya

Dengan adanya kegiatan ini, nanti akan ada banyak buku juga yang disumbangkan kemudian komputer, sehingga diharapkan dapat membantu di era digital seperti sekarang.

“Sehingga desa-desa yang ada internetnya dapat mengakses informasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,”paparnya.

Maka dari itu, sebelum para peserta diberikan bantuan berupa buku dan komputer mereka harus diberikan Bimtek seperti sekarang, agar benar-benar bisa dimanfaatkan.

“Itu juga yang membuat kami sangat senang, karena bantua yang diberikan bukan hanya memberikan barangnya tapi juga dibimbing. Olehnya itu, kami berharap para peserta Bimtek bisa mengaplikasikan apa yang mereka dapat dalam Bimtek kepada masyarakat,”tutupnya.(Nal)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai