Guru SMAN 22 SBB Diperkenalkan Dengan PMM
Admin
06 Dec 2022 21:26 WIT

Guru SMAN 22 SBB Diperkenalkan Dengan PMM

PIRU, AT--Melalui komunitas Ale Rasa Beta Rasa belasan guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 22 Seram Bagian Barat (SBB), Kamis  lalu (1/12), diperkenalkan dengan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Berbagai fitur dalam PMM mereka pelajari dan praktekkan secara langsung sebagai bentuk persiapan sekolah menyambut Kurikulum Merdeka. 

Komunitas Ale Rasa Beta Rasa merupakan satu komunitas yang sudah terdaftar di PMM, menggagas pengenalan PMM melalui kegiatan Workshop sehari. Para yang dilibatkan sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Platform Merdeka Mengajar adalah platform teknologi yang disediakan untuk menjadi teman penggerak bagi guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya. PMM dibangun untuk menunjang penerapan Kurikulum Merdeka agar dapat membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman.

Sementara itu, kegiatan Workshop Platform Merdeka Mengajar di SMA Negeri 22 SBB, memperkenalkan Platform Merdeka Mengajar yang diluncurkan Kemendikbudristek pada Merdeka Belajar episode kelima belas.

Para guru yang terlibat dalam kegiatan itu terlihat sangat antusias. Berbagai fitur dalam platform tersebut seperti Asesmen Murid dan Bukti Karya secara langsung dipelajari dan dipraktikkan.

Untuk menunjang efektifitas kegiatan workshop, pihak sekolah menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang diantaranya ruang laboratorium komputer, dan 20 unit komputer. 

SMAN 22 Seram Bagian Barat merupakan salah satu sekolah di Desa Hatusua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram bagian Barat, Provinsi Maluku. Sekolah ini baru didirikan 9 tahun lalu tepatnya 10 Juni 2013. 

Sekolah ini sekarang memiliki 172 siswa dan 29 guru dengan persentase 69 persen ASN (PNS dan PPPK), serta 31 tenaga honorer.  

Walau masih terkendala tenaga guru dan fasilitas informasi dan teknologi (IT), tetapi sejauh ini tak menyurutkan niat para guru untuk mengembangkan kemampuan mereka, salah satunya lewat PMM.

Sedangkan narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut Ketua Komunitas Ale Rasa Beta Rasa, Wilter Rumahpasal, S.Pd, yang juga adalah guru di SMAN 22 SBB. 

Wilter Rumahpasal dalam paparannya mengatakan, kegiatan berbagi oleh Komunitas Ale Rasa Beta Rasa yang telah terdaftar pada PMM itu, merupakan aksi nyata bagi kalangan guru. 

“Tujuan kegiatan ini agar guru terkhusus guru SMA Negeri 22 Seram Bagian Barat dapat mengetahui, memahami dan mampu mengeksplore fitur-fitur dalam platform tersebut,” ujarnya di sela-sela kegiatan tersebut.

Harapan dari kegiatan ini, lanjut dia, para guru lebih memahami dengan benar Kurikulum Merdeka melalui fitur pelatihan mandiri, serta dapat mempersiapkan dan meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui fitur asesmen dalam PMM.

Yessi V. Lokollo,  Wakasek Kurikulum yang juga terlibat dalam kegiatan workshop menuturkan, dengan bergabungnya Komunitas Ale Rasa Beta Rasa sangat membantu para guru memperoleh materi maupun informasi terkait Kurikulum Merdeka.

Walaupun SMA Negeri 22 SBB belum masuk sebagai sekolah penggerak dan menerapkan Kurikulum Merdeka, namun sudah 2 orang guru mendapatkan legalitas sebagai guru penggerak. Satu guru lagi sementara mengikuti pendidikan sebagai guru penggerak.

“Walaupun sekolah kami belum menerapkan Kurikulum Merdeka, tetapi kami sudah mempersiapkan diri sedini mungkin agar ketika kurikulum ini serempak diterapkan, kami sudah tahu dan siap,” tandasnya. (Marlen Tanamal/PRO)

 

 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai