Guru di KKT Harus Melek Teknologi
Admin
24 May 2022 22:19 WIT

Guru di KKT Harus Melek Teknologi

SAUMLAKI, AT.-Dunia telah memasuki society (masyarakat) atau revolusi industri 5.0 yang dicetuskan sejak 2019 lalu dan dibuat sebagai resolusi. Alhasil setiap lini kehidupan dituntut untuk siap dalam era serba digital ini, termasuk dunia pendidikan. 

"Revolusi industri 5.0 dalam dunia pendidikan menekankan pada pendidikan karakter, moral, dan keteladanan," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Eko Bambang di ruang kerjanya, Selasa (24/5).

Menurut Kadis, untuk wilayah Indonesia Timur, terkhususnya kepulauan, memiliki tantangannya sendiri dalam dunia pendidikan, apalagi yang berhubungan dengan teknologi. Harus diakui, sampai saat ini kendati negara ini telah masuk era 5.0, namun tidak semua anak didik di Bumi Duan Lolat, julukan KKT,  melek digital. 

"Berapa banyak siswa-siswi kita yang gunakan laptop atau handphone android untuk kepentingan sekolah? Itu saja bisa dilihat, belum lagi guru-guru kita yang tak semua bisa melek teknologi," ujar dia. 

KKT, lanjut dia,  dalam menjawab tantangan era 5.0 itu, diperlukan kesiapan dalam hal pendidikan berbasis kompetensi, pemahaman dan pemanfaatan IoT (Internet of Things), pemanfaatan virtual atau augmented reality dan penggunaan serta pemanfaatan AI (Artifical Intelligence).

Menurut hemat dia, yang juga pernah menjadi guru yang sejak ditempatkan tugas adalah diwilayah Kepulauan Tanimbar, pengembangan kurikulum juga merupakan salah satu hal yang mampu mengarahkan dan membentuk karakter peserta didik agar siap menghadapi revolusi industri 5.0. 

Akan tetapi, untuk memastikan kurikulum berjalan secara optimal, guru harus memiliki kompetensi yaitu kompetensi edukasi, kompetensi komunikasi teknologi, kompetensi global, miliki kemampuan menjadi konselor. Terpenting dari itu, guru juga perlu memiliki sikap yang bersahabat dengan teknologi, kolaboratif, kreatif dan mengambil risiko, memiliki selera humor yang baik, serta mengajar secara menyeluruh (holistik).

"Seorang guru dituntut untuk lebih inovatif dan dinamis dalam mengajar di kelas, karena selain peran peserta didik dan teknologi, tenaga pendidik yang professional dan berkompeten juga akan sangat berpengaruh untuk masa depan dunia kependidikan di era revolusi industri 5.0," tandas Bambang. 

Akan tetapi, menurut dia, dengan adanya perubahan ini banyak yang mempertanyakan apakah peran guru dapat tergantikan oleh teknologi? Namun ada peran guru yang tidak ada di teknologi diantaranya interaksi secara langsung di kelas, ikatan emosional guru dan siswa, penanaman karakter dan modeling/ teladan guru. 

Dalam menghadapi era society 5.0, dunia pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas SDM. "Selain pendidikan beberapa elemen dan pemangku kepentingan seperti pemerintah, Organisasi Masyarakat (Ormas) dan seluruh masyarakat juga turut andil dalam menyambut era society 5.0 ini,"tandasnya.
 (say)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai