Gubernur Kalsel Ungkap Rahasia  Andi Amran Sulaiman Mampu Wujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan
Admin
17 Jul 2022 23:29 WIT

Gubernur Kalsel Ungkap Rahasia  Andi Amran Sulaiman Mampu Wujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan

Banjarmasin, AT.– Gubernur Kalimantan Selatan menyebut kemajuan pertanian di wilayahnya mengalami perkembangan sangat pesat berkat berbagai kebijakan fundamental yang diletakkan Menteri Pertanian Andi Sulaiman. Dampak kebijakan itu dirasakan hingga saat ini. 

Pernyataan ini disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan  Faried Fakmansyah yang  mewakili  Gubernur Kalimantan Selatan  dalam kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Alumni Mahasiswa Makassar Indonesia (ILUMMI) beberapa waktu lalu. 

Dalam kesempatan tersebut, Fakmansyah mengungkapkan berbagai kebijakan yang bersifat fundamental yang mengubah wilayah  Kalimantan Selatan sebagai kandidat terkuat sebagai lumbung pangan nusantara. 

“Obsesi Andi Amran Sulaiman sebagai menteri pertanian wujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia sangat jelas arah dan programnya, diantaranya membangunkan salah satu kekuatan yang selama ini dibiarkan tertidur dan terlantar yakni  jutaan hektar  lahan rawa, didukung alat mekanisasi dan pelibatan generasi muda yang massif melalui Gerakan Pemuda Tani (Gempita)", tutur  Faried 

Mengetahui adanya lahan rawa tidur seluas 34,1 juta ha membuat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bergerak cepat membuat program untuk membangunkan lahan rawa tidur yang ada di Indonesia dengan potensi maksimal.   

“Tersebar di enam provinsi yakni Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Sumatera Selatan (Sumsel), Sulawesi Selatan (Sulsel), Jambi dan Lampung," kutip Faried.
 
Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) menjadi program yang diusung Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memaksimalkan potensi lahan rawa di Indonesia, menambah luasan  produksi padi dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Fokus kegiatan yang dilaksanakan pada Program SERASI ini meliputi perbaikan infrastruktur jaringan tata air, tanggul, jalan usaha tani, pintu air, pompanisasi, alsintan, dan saprodi serta escavator. Selain tanaman padi, pada program SERASI dikembangkan komoditas lainnya seperti ikan, ternak bebek, tanaman hortikultura sayuran dan jeruk, sehingga terdapat diversifikasi pendapatan petani. 

"Dengan Program SERASI  mampu menjadikan lahan rawa pasang surut sebagai lumbung pangan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani,"paparnya.

Sampai sekarang program SERASI masih berlangsung. "Setiap hari tanam setiap hari panen,” ungkapnya.

Yang tidak kalah pentingnya, lanjut Faried, program bangunkan lahan rawa ini didukung oleh sumber daya anak muda Gempita. Puluhan ribu generasi muda Kalsel dengan  bangga kembali bekerja di sektor pertanian,  mereka dilatih untuk mengoperasikan alat-alat mekanisasi guna menunjang program tersebut.

“Jutaan lahan rawa yang tertidur dan perhatian generasi muda yang tidak melirik potensi  ini mampu dikembagakan dan dikolaborasikan secara tepat dan cepat oleh menteri Andi Amran Sulaimann," imbuhnya.

Sebagai perbandingan data, swasembada era 1984, produksi beras nasional 25,8 juta ton, konsumsi beras nasional 27 juta ton per tahun, dan masih ada impor beras 414.000 ton untuk konsumsi penduduk 164 juta jiwa. Sementara swasembada 2019, dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini 267 juta jiwa dan konsumsi beras secara nasional 32,4 juta ton per tahun, pemerintah mampu produksi beras nasional 34.9 juta ton dan tidak melakukan impor sepanjang tahun 2019. (*/tab)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai