AMBON,AT.-Teka-teki kapan realisasi dari proyek strategis nasional Maluku Integrated Port (MIP) mulai terjawab. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Asri Arman akan berangkat ke Jepang memenuhi undangan salah satu investor.
Informasi yang diterima media ini, keberangkatan mereka ke Jepang diundang untuk menyaksikan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Shanxi Sheng'an Mining Co., Ltd. dengan PT. Indonesia Mitra Jaya (IMJ). Kedua perusahaan ini akan berkolaborasi dalam pembangunan mega proyek yang berkedudukan di Kabupaten SBB itu.
Sebagaimana surat Jinsheng'an (2025) No.007 yang dikeluarkan oleh Wang Ting kepada Gubernur Maluku yang bocorannya diterima koran ini kemarin, menyebutkan, Shanxi Sheng'an Mining Co., Ltd. dan PT Indonesia Mitra Jaya (IMJ) secara resmi akan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Osaka, Jepang, pada 7 Oktober 2025, untuk berkolaborasi dalam studi kelayakan awal (Pre-Feasibility Study/Pre-FS) untuk proyek pengembangan Pelabuhan Terpadu Maluku (MIP).
Dijelaskan dalam surat berbahasa Inggris tersebut, bahwa perusahaan yang akan berinvestasi di proyek MIP tersebut juga dijelaskan mengundang Gubernur Maluku dan Bupati SBB untuk menghadiri forum bisnis di Paviliun Indonesia, Osaka Expo 2025 pada tanggal 7 Oktober 2025, sekaligus menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman untuk Proyek Pelabuhan Terpadu Maluku atau MIP.
Undangan dan rencana keberangkatan ke Osaka, Jepang itu juga dibenarkan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Ia mengaku, bersama Bupati SBB akan ke Jepang untuk menyaksikan MoU antara investor yang akan mengerjakan proyek MIP di SBB itu.
"Gubernur Maluku dan Bupati SBB diundang investor untuk menyaksikan MoU antara beberapa investor yang berminat membangun proyek infrastruktur Maluku Integrated Port di Kabupaten Seram Bagian Barat," terang Gubernur kepada awak media beberapa waktu lalu.
Gubernur menjelaskan, Pemda Maluku yang telah menginisiasi pembangunan proyek MIP sangat menyambut baik rencana MoU di Osaka Jepang tersebut. "Kami menyambut dengan suka cita rencana MoU ini pada tanggal 7 Oktober, karenanya saya akan berangkat tanggal 5 dan tiba di Osaka tanggal 6 Oktober, dan tanggal 7 menyaksikan MoU tersebut," terang gubernur.
Gubernur juga berharap kepada semua pihak baik di pusat, provinsi dan kabupaten, termasuk semua pihak dan stakeholder untuk mendukung dan memastikan realisasi proyek strategis nasional ini. "Mohon doanya untuk semua pihak agar proyek strategis nasional ini dapat direalisasi," harapnya.
Sementara itu, Bupati SBB, Asri Arman juga mengaku menyambut baik undangan investor yang akan mulai melakukan studi kelayakan dan pengembangan pelabuhan terpadu di SBB. "Kami sangat menyambut baik ini, dan berencana berangkat ke Jepang pada tanggal 6 Oktober," ujarnya saat dihubungi, kemarin.
Pemda dan semua stakeholder di SBB, kata bupati, akan mendukung sepenuhnya mega proyek tersebut. Karena MIP kedepan akan menjadi pusat logistik dan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. "Kami berharap semua pihak, terutama di SBB untuk mendukung dan memastikan realisasi proyek ini," tandasnya.
Kabupaten SBB, kata bupati, sangat siap menerima proyek strategis nasional tersebut. "Kabupaten SBB sangat siap, kami telah mensosialisasikan ini kepada masyarakat agar semua pihak menyambut dan mendukung proyek ini," tandasnya. (Nal)
Dapatkan sekarang