Gepeng Marak, Slarmanat Minta Stop Eksploitasi Anak
Ilustrasi.
FaizalLestaluhu
30 Jan 2024 15:33 WIT

Gepeng Marak, Slarmanat Minta Stop Eksploitasi Anak

AMBON,AT-Keberadaan Anak jalanan (Anjal), dan Gembel Pengemis (Gepeng), semakin marak dan meresahkan warga Kota Ambon. Merek kini berkeliaran diberbagai ruang publik dan tempat umum, baik di lampu-lampu merah, Pattimura Park, lapangan Merdeka, depan pusat-pusat perbelanjaan hingga tempat umum lainnya di Kota Ambon.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon, Sirjhon Slarmanat menegaskan, tindak eksploitasi anak yang marak terjadi di Kota Ambon terhadap, gelandangan dan pengemis (Gepeng) harus segera dihentikan. 

“Saya (Kadis Sosial), mau tegaskan kepada mereka yang mengeksploitasi gepeng ini agar stop karena ini melanggar Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak sebab tindakan tersebut dilakukan untuk kepentingan oknum-oknum tertentu,” katanya kepada wartawan Balai Kota, Senin (29/1). 

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, telah mendapat informasi terkait dengan jam operasi oknum-oknum tidak bertanggungjawab tersebut, sehingga dirinya berharap warga, bahkan RT/RW dapat agar melapor ke Pemerintah Kota (Pemkot) agar tidak berlanjut lagi tindak kejahatan ini. 

“Ada oknum yang mengeksploitasi, kemudian melakukan tindak kekerasan, dan mereka datang di waktu-waktu tertentu, diduga untuk meminta hasil dari anak-anak yang dieksploitasi. Saya minta RT/RW dilokasi tersebut supaya dokumentasi (foto) lalu kemudian kita lacak orangnya,” terangnya. 

Disinggung terkait dengan tindakan apa yang telah dilakukan guna meminimalisir gepeng menjamur di kota ini. Mantan Kabag Hukum Setda Kota Ambon ini mengaku, anak-anak tersebut didata kemudian dikembalikan ke keluarga mereka. 

“Kita meminimalisir fenomena anak jalanan (Anjal) dan Gepeng di kota ini, kita datangi tempat bisa mereka berkumpul diatas kemudian kita data, bawa ke kantor Dinsos, kita mandikan bersih, dicukur rambutnya, kita berikan pakaian, makan, kemudian dibina kalau keluarganya ada, kita kembalikan, tapi misalnya tidak ada keluarga kita antar pulang ke lokasi tempat tinggalnya,” terangnya. 

Diakui, sampai dengan saat ini kurang lebih terdapat 20 orang gepeng yang telah terdata di kami. 

"Selanjutnya akan ditindak lanjuti termasuk juga kemarin Dinsos telah mengembalikan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telah ditangani dan sembuh," tandasnya.(Ha)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai