AMBON,AT.—Masyarakat Antifitnah Indonesia (MAFINDO) Wilayah Maluku kembali melaksanakan Kelas Sekolah Kebangsaan. Kali ini, Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen YPKM Ambon jadi lokasi pelatihan literasi digital yang merupakan progam Tular Nalar MAFINDO itu.
Kegiatan ini sukses digelar di sekolah tersebut, Sabtu (19/10/2024). Sebanyak 67 siswa dan siswi SMA YPKM Ambon sangat antusias dan aktif menyimak dan bertanya mengenai materi yang disampaikan oleh para fasilitator.
Pelatihan ini dikemas dalam kelas kecil atau micro teaching dengan metode Komunikasi Anterpersonal (KAP). Peserta dibagi menjadi delapan kelompok. Setiap kelompok diisi oleh 8 hingga 9 peserta yang difasilitasi oleh satu orang fasilitator.
Adapun materi yang disampaikan pada pelatihan literasi digital Sekolah Kebangsaan meliputi Pemilu, Demokrasi, Penginderaan Hoaks, Berfikir Kritis, dan saksi penyebaran hoaks.
Koordinator Wilayah MAFINDO Maluku, Rusda Leikawa dalam sambutannya mengatakan, tahapan pemilihan kepala daerah atau Pilkada serentak 2024 semakin mendekati puncaknya yaitu pemungutan dan penghitungan suara pada 27 November nanti. Saat ini masih dalam tahapan kampanye.
Hampir setiap tahapan, kata Rusda, informasi hoaks Pilkada juga makin meningkat. Itu artinya, kemampuan literasi masyarakat masih rendah, sehingga perlu terus adanya edukasi literasi digital dan pendidikan politik bagi pemilih, khususnya pemilih pemula.
Program Tular Nalar yang saat dijalankan MAFINDO atas dukungan Love Fankie dan Google, lanjut Rusda, merupakan pelatihan literasi digital yang sasarannya kepada anak muda dan pemilih pemula serta lanjut usia (lansia) dengan tujuan untuk membantu publik dalam mengidentifikasi hoaks melalui literasi media dan pemikiran kritis melalui program Sekolah Kebangsaan (SK) dan Akademi Digital Lansia (ADL).
“Tular Nalar berupaya menjadi solusi baru dalam mencegah potensi persebaran hoaks, termasuk hoaks menjelang Pilkada serentak 2024,”jelasnya.
Rusda berharap, para siswa dan siswi SMA Kristen YPKPM Ambon yang menjadi peserta pelatihan Sekolah Kebangsaan dapat menjadi agenda perubahan dalam mengedukasi masyarakat tentang literasi digital.
“SMA Kristen YPKPM Ambonsebagai salah satu mitra MAFINDO Maluku dalam melaksanakan pelatihan Sekolah Kebangsaan ini, sehingga kami berharap dengan adanya kegiatan ini, para peserta didik dapat menjadi agen perubahan dalam mengedukasi kembali materi yang didapat, serta berkomitmen untuk meningkatkan literasi digital baik dalam lingkungan sekolah, keluarga maupun pada masyarakat umum lainnya,”imbunya.
Sementara itu, Kepala SMA YPKM Ambon, E. Laturiuw mengatakan, dalam sambutannya sebelum membuka pelatihan Sekolah Kebangsaan, mengatakan para guru dan siswa patut berbangga karena sekolah mereka dipilih sebagai lokasi pelaksanaan pelatihan literasi digital Sekolah Kebangsaan. “Kita mengapresiasi hal itu. Kita harus belajar bersama. Terima kasih untuk Masyarakat Antifitnah Indonesia (MAFINDO) Perwakilan Maluku,”ucapnya.
Menurut E. Laturiuw, digitalisasi informasi sudah merambah semua kalangan, termasuk sekolah dan tidak bisa dihindari lagi. Di era ini, setiap orang dengan mudah memperoleh informasi secara cepat. Tetapi, pada saat bersamaan potensi informasi palsu atau hoaks juga sangat tinggi.
Olehya itu, para siswa perlu membentengi diri dengan pengetahuan yang cukup tentang literasi digital sehingga tidak mudah tertipu oleh konten hoaks, bahkan bisa melakukan mitigasi dan pencegahan. Salah satu caranya, dengan memberikan dampak bagi orang lain.
“Saya selalu bilang ke anak-anak, kalau kita sudah tahu maka kita bisa berdampak. Bikin apa yang yang baik, usahakan bisa berdampak bagi banyak orang,”tegasnya. (tab)
Dapatkan sekarang