Fatlolon Berhasil Bangun KKT, Isu Miring Tak Berpengaruh
Petrus Fatlolon
Admin
26 Jan 2023 09:22 WIT

Fatlolon Berhasil Bangun KKT, Isu Miring Tak Berpengaruh

SAUMLAKI, AT.--Mayoritas masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) masih mengingingkan Petrus Fatlolon kembali memimpin daerah itu. Isu dan berita bohong pun disebar oleh lawannya untuk merusak citra baik Fatlolon.

Namun, upaya politik kotor itu tak berpengaruh terhadap ketokohan Fatlolon. Sebab, Fatlolon sudah punya legasi atas keberhasilannya membangun KKT dalam seluruh aspek.

Isu yang dimainkan sejauh ini tidak sebanding dengan program-program unggulan Fatlolon yang telah dinikmati masyarakat Tanimbar.

Menurut Agustunus Rahanwarat, pasaran isu murahan yang diramaikan beberapa kalangan di media sosial  harus didudukan pada substansi permasalahannya.

"Isu politik itu sesuatu yang wajar. Namun perlu dicatat, kepemimpinan pak Petrus Fatlolon selama 5 tahun terakhir ini tidak jauh berbeda dialami oleh para kepala daerah lainnya. Karena seluruh kondisi daerah dilanda pandemi Covid-19 termasuk di Tanimbar. Sehingga kurun waktu lima tahun, bapak Petrus Fatlolon hanya mengendalikan APBD dan APBDP selama kurang lebih tiga tahun,"kata Rahanwarat lewat rilis media yang diterima Ambon Ekspres (25/1).

Dia menyebutkan, kendati kondisi pandemi dan pengelolaan APBD yang tidak  maksimal, namun berbagai perubahan signifikan menunjukan Tanimbar semakin maju dari kekumuhan. Antara lain, pembangunan 
sekolah baru, gedung puskesmas modern plus rawat inap  hampir di sejumlah pelosok kecamatan.

Kemudian perbaikan jalan dan jembatan di beberapa kecamatan termasuk pembangunan jembatan Leta Oar Ralan yang menghubungkan pulau Yamdena dengan pulau Larat, akses jalan masuk ke beberapa desa tertinggal yang menjadi prioritas penyelesaian seperti dari Desa Arma ke Desa Watmuri yang puluhan tahun terkendala.

"Kemudian sebagian jalan masuk ke Desa Atubul, Wowonda dan Kabiarat serta akses jalan masuk ke pantai wisata Weluan Olilit yang juga terbengkalai belasan tahun, Fatlolon telah berhasil mendorong pembangunan tersebut,"papar Rahanwarat.

Rahanwarat juga memaparkan perjuangan mantan orang nomor satu di KKT, itu dengan kinerjanya melakukan perubahan nama kabupaten Maluku Tenggara Barat menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, perjuangan pengelolaan PI 10 persen yang sebelumnya 0 persen diputuskan menjadi 3 persen, dan sukses membangun fasilitas MTQ.

Fatlolon juga tercatat sebagai bupati yang berhasil menjadikan Tanimbar sebagai rumah toleransi dengan penduduk muslim yang hanya 4 persen, namun bisa menyelenggarakan MTQ Maluku ke-29 dan tersiar bahkan ke negara-negara muslim seperti Kazakhstan.

Keberhasilan Fatlolon membangun KKT bukan saja terhadap program fisik dan pemberdayaan lainya, namun Fatlolon dicatat sebagai bupati yang paling banyak melakukan kunjungan dan berinteraksi dengan masyarakat. Bahkan yang sangat meyakinkan kepemimpinannya ialah kabupaten yang dipimpinnya ini meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) pada tahun anggaran 2018, 2019 dan tahun anggaran 2021. 

"Ini suatu prestasi yang luar biasa. Perlu dicatat, Petrus Fatlolon merupakan sosok dermawan sejati dan tidak memanfaatkan posisi bupati untuk memperbanyak harta kekayaan,"ungkapnya.

Dia menyebutkan, salah satu media cetak ternama di Maluku pernah pada tahun 2021 mempublikasikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para Bupati se-provinsi Maluku yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam LHKPN tercatat, Petrus Fatlolon memiliki kekayaan urutan kedua setelah Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal.

"Kekayaan Fatlolon ini kan sebelum menjabat sebagai Bupati KKT," jelas Rahanwarat.

Bahkan Rahanwarat blak-blakan membuka kedok pertarungan pada Pilkada 2017 lalu, Petrus Fatlolon tidak mengandalkan donatur. "Selama proses percalonan, Pak PF (Petrus Fatlolon) sama sekali tidak bergsntung kepada para kontraktor ataupun kerja sama dengan pihak donatur. Dan pada proses Pilkada 2024 nanti hal yang sama akan dilakukan Pak PF. Beliau tetap ikut kontestasi,"tegasnya.

Lebih lanjut, Rahanwarat mengharapkan masyarakat tidak mudah menelan berita-berita bohong yang dihembuskan oleh pihak yang ingin menjatuhkan popularitas sang visioner dan inovatif Petrus Fatlolon.

"Masyarakat jangan mudah dipengaruhi dengan informasi menyesatkan. Jangan terprovokasi dengan pihak tertentu yang suka memfitnah dan hanya banyak bicara dengan retorika. Mari kita lawan isu bohong, fitnah, dengki,  dengan mengatakan yang benar berbasis data dan fakta serta terus berkarya dan melayani, bersama kita  membangun Tanimbar,"harapnya. (MAL)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai