AMBON, AT.--Kepala Saniri Negeri Luhu, Abdul Rasid Payapo mengatakan, eksplorasi tambang nikel di Luhu tetap dilakukan. Badan Saniri, pejabat Negeri Luhu dan masyarakat telah bermusyawarah dan menyepakati hal itu.
“ Jadi, untuk diketahui bahwa tahapan ini dapat berjalan karena sudah ada kesepakatan antara kedua belah pihak saat melakukan pertemuan terbuka di kantor Negeri Luhu pekan lalu, “ akui Payapo kepada Ambon Ekspres, Minggu (2/10).
Menurutnya, kebijakan pemerintah Negeri Luhu untuk mendatangkan investor semata-
mata untuk mengatasi pengangguran dan menumbuhkan perekonomian masyarakat. Jika setelah proses eksplorasi, dan dilanjutkan produksi, tentunya akan mendatangkan dampak positif bagi Negeri Luhu dan petuanannya.
Disisi lain, kata dia, kesepakatan itu dilakukan karena mengingat masyarakat Negeri Luhu sering melakukan penambangan ilegal di gunung tembaga yang saat ini dilarang oleh pemerintah.
“ Kesepakatan kami ini semata – mata untuk menyelamatkan masyarakat untuk melakukan aktivitas penambangan ilegal. Selain itu, kami berfikir tentang keselamatan dan kesehatan akibat pengelolaan tambang cinabar, “ katanya.
Dengan demikian, lanjut dia, apabila proses ekplorasi telah berhasil, maka selanjutnya akan dilakukan musyawarah Negeri dan melibatkan Pemerintah Negeri, Badan Saniri dan masyarakat untuk menentukan sikap berjalan atau tidaknya pengelolaan tambang nikel.
“ Jadi, jika nantinya proses eksplorasi berhasil dan sudah ditemukan sampel nikel, maka selanjutnya akan dilakukan musyawarah bersama antara pemerintah Negeri Luhu, badan saniri dengan semua masyarakat untuk menentukan sikap apakah pengelolaan nikel tetap akan dilanjutkan atau tidak tergantung hasil kesepakatan, “ singkatnya.
Sementara itu, tokoh pemuda Negeri Luhu, M.Akif Makatita mengatakan, sebagai pemuda tentunya mendukung kebijakan pejabat Negeri Luhu, Yusran Payapo atas kerja samanya dengan Wakil Gubernur Maluku untuk mendatangkan investor.
“ Jujur, sebagai anak negeri saya mendukung penuh kebijakan pejabat Negeri Luhu untuk mendatangkan investor ke Negeri untuk melakukan eksplorasi terhadap tambang nikel. Kan ini hasilnya tentu untuk Negeri juga dan masa depan generasi juga kan?, “ kata Makatita.
Menurutnya, jika proses boring atau eksplorasi berhasil dilakukan, maka tentunya ada peluang untuk mengatasi angka pengangguran di Kabupaten Seram Bagian Barat umumnya dan khusnya di Negeri Luhu dan wilayah petuanannya.
“ Saya pastikan jika ini berjalan aman dan lancar tentunya akan mengurangi angka pengangguran dan memberikan dampak ekonomi besar bagi masyarakat huamual, “ singkatnya. (AKS)
Dapatkan sekarang