AMBON, AT.--Informasi yang tersebar di media sosial tak terhitung jumlahnya. Namun, tak sedikit dari informasi tersebut belum tentu benar, bahkan tidak benar sama sekali atau hoaks.
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), yang fokus pada literasi digital dan penguatan berpikir kritis, merasa perlu mengedukasi masyarakat agar tidak tersesat dalam labirin informasi di media sosial. Sebab, MAFINDO sadar, banjir informasi hoaks di medsos tak bisa dibendung oleh sekelompok orang saja, melainkan banyak pihak dengan jangkauan edukasi yang luas.
Maka sejak 2022, MAFINDO bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Asosisasi Media Siber Indonesia (AMSI) yang didukung oleh Cekfakta.com dan Google News Initiative, menjalankan sebuah program yang berfokus pada penguatan cek fakta dan pelatihan prebunking.
Kelas Cek Fakta, yang merupakan kegiatan dari program tersebut, baru pertama kali digelar di Ambon pada Sabtu, 7 Oktober 2023 via zoom oleh MAFINDO Maluku.
Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta yang merupakan mahasiswa dari beberapa perguruaan tinggi di Maluku,
aktivis HMI, kader pemberdayaan, dan warga lanjut usia binaan MAFINDO Maluku, serta jurnalis. Mereka berasal dari Kota Ambon, Kabupaten Buru Selatan, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Seram Bagian Timur.
Koordinator Wilayah MAFIDO Maluku, Rusda Leikawa dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, mengatakan, Kelas Cek Fakta ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana memeriksa sebuah berita atau memverifikasi informasi yang diterima, khususnya melalui media sosial.
“Pada kelas cek fakta kali ini, teman-teman peserta akan dibekali dengan materi-materi terkait cara mengidentifikasi sebuah informasi, yang didampingi langsung oleh 4 orang fasilitator pada sesi praktik cek fakta," jelas dia.
Selain penyampaian materi, pada kesempatan ini peserta akan langsung praktik memeriksa informasi di media sosial dan media massa, apakah berita itu fakta atau hoaks, dan cara mengklarifikasikannya.
Rusda berharap, dengan adanya kelas cek fakta ini, peserta dapat memahami dan memiliki keterampilan periksa fakta, mengerti konteks informasi yang tersebar, dan mengedukasikan kembali kepada masyarakat umum.
"Karena semakin banyak masyarakat yang teredukasi, maka penyebaran berita hoaks akan berkurang, dan yang paling penting adalah masyarakat semakin bijak dan sehat dalam menggunakan media sosial,"imbuhnya.
Ismail Sangadji, seorang peserta lansia mengaku, telah memperoleh pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan yang berlangsung sekira 3 jam itu.
"Kegiataan ini sangat bagus dan penting untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, lingkungan kerja maupun organisasi, terima kasih Mafindo,"ucap Ismail, warga binaan MAFINDO Maluku, itu.
Untuk diketahui, MAFINDO didirikan sebagai komunitas berbasis relawan pada akhir tahun 2016. Saat ini MAFINDO sudah hadir di 40 kota di Indonesia.
Untuk Provinsi Maluku, MAFINDO deklarasi tahun 2018. Pengurus dan Relawan MAFINDO Maluku sudah melakukan berbagai kegiatan edukasi hoaks dari kampus ke kampus, sekolah, komunitas, kalangan anak muda, guru, dosen, mahasiswa, siswa bahkan lansia.
Edukasi masyarakat tidak hanya berfokus di kota Ambon, tapi juga di beberapa kabupaten seperti Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, serta Kota Tual dan Kabupaten Kepulauan Aru via zoom. (tab/*)
Dapatkan sekarang