Dukung Pengembangan Desa Wisata, Safitri Tanam Ratusan Anakan Mangrove
Bupati Buru Selatan, Safitri Malik Soulisa memegang anakan mangrove yang akan ditanam di lokasi Wisata Tanjung Merpati, kemarin. -Edy/Ameks.
FaizalLestaluhu
05 Sep 2023 21:51 WIT

Dukung Pengembangan Desa Wisata, Safitri Tanam Ratusan Anakan Mangrove

NAMROlE,AT-Kabupaten Buru Selatan saat ini memiliki 12 desa wisata unggulan yang menjadi prioritas untuk dikembangkan menjadi desa  wisata berbasis sustainable tourism atau parawisata berkelanjutan. Hal ini disampaikan Safitri Malik Soulisa, Bupati Buru Selatan saat menghadiri kegiatan penanaman anakan mangrove dan pemberian bibit kepiting bakau di lokasi Wisata Tanjung Merpati di Desa Waefusi, Kecamatan Namrole Buru Selatan, kemarin. 

Menurutnya, dengan pengembangan desa wisata akan memberikan tren jangka panjang baik itu terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk masa kini dan masa depan bagi seluruh masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung.

"Ada empat fokus yang harus dikembangkan  dalam pengembangan desa wisata. Pertama,  pengelolaan berkelanjutan (bisnis pariwisata). Kedua, ekonomi berkelanjutan. Ketiga, berkelanjutan budaya (sustainable culture)  yang harus selalu dikembangkan dan dijaga dan keempat, aspek lingkungan. Sehingga lewat aksi perubahan yang yang di lakukan oleh peserta Diklat  PIM III hari ini  dimana kita akan menanam anakan mangrove 500 pohon, akan membantu menjaga ekosistim lingkungan di sekitar lokasi wisata Tanjung Merpati," ujarnya

Penanaman anakan Mangrove ini, sebut Soulisa, bertujuan untuk menjaga keseimbangan aspek ekosistem lingkungan, sehingga daya tarik wisata tetap terjaga.  Sebab jika lingkungan rusak maka terjadi degradasi terhadap kualitas daya tarik wisata. hal inilah menjadi penyebab menurunnya kunjungan wisatawan ke desa wisata.

"Saya  berterimakasih dan memberikan apresiasi lewat aksi perubahan yang dilakukan saat ini karena akan memberikan dampak jangka panjang untuk ekosistem mangrove di Desa Waefusi tetap dan  terjaga dan terpelihara," harapnya.

Selain  penanaman anakan  mangrove, lanjut Soulisa, juga dilakukan pelepasan bibit kepiting bakau. Ini salah satu usaha  keramba  yang dilakukan masyarakat Desa Waefusi.

"Ini metode baru yang di lakukan dalam aksi perubahan, semoga menjadi model untuk kelompok yang lain dalam pengembangan usaha kepiting bakau di desa ini maupun desa- desa lain dalam wilayah Bursel," ujarnya.

Sementara itu, Lexi Sigmarlatu, peserta Diklat PIM III Angkatan VIII Tahun 2023 yang menginisiasi  kegiatan ini mengatakan, penanaman mangrove dan pemberian bibit kepiting bakau di lokasi Wisata Tanjung Merpati dilakukan sebagai bentuk implementasi aksi perubahan.

"Tujuannya untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Daya tarik untuk wisatawan serta memelihara ekosistem lingkungan," sebutnya.

Apalagi imbuh Sigmarlatu, Desa Waefusi masuk dalam satu dari 12 desa wisata di Bursel dengan potensi wisata Tanjung Merpati.

"Ini yang akan menjadi langkah awal pengembangan wisata berkelanjutan di Buru Selatan salah satunya di Desa Waefusi," tutupnya. ( ESI)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai