Buka Bazaar Jelang Nataru, Safitri : Awasi Barang Berbahaya dan Produk Kadaluarsa
Bupati Bursel, Safitri Malik Soulissa saat menyerahkan paket bantuan kepada masyarat yang membutuhkan. --Edy/AT.
FaizalLestaluhu
21 Dec 2023 08:43 WIT

Buka Bazaar Jelang Nataru, Safitri : Awasi Barang Berbahaya dan Produk Kadaluarsa

NAMROLE,AT-Bupati Buru Selatan, Safitri Malik Soulisa mengatakan, kegiatan Bazaar yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah merupakan kegiatan tahunan yang selalu dilakukan dan sudah menjadi komitmen pemerintah daerah untuk melaksanakannya sebagai kegiatan rutin dalam rangka menyambut hari-hari besar keagamaan. Hal tersebut disampaikan Soulisa saat membuka kegiatan Bazaar Murah yang dilakukan Pemkab Bursel melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Buru Selatan yang dipusatkan di Alun-alun Kota Namrole, kemarin. 

Bazaar saat ini, kata Soulisa, merupakan momentum yang sangat tepat, pada saat bersamaan umat kristiani ada pada masa Adventus ke III dan akan memasuki Adventus ke IV di hari Minggu 24 Desember 2023.

"Artinya umat kristiani sedang mempersiapkan diri untu menyambut kelahiran kelahiran Yesus Kristus sebagai juru selamat dunia dengan tema Natal " Kami Datang Untuk Menyembah Yesus Sang Raja," ungkapnya.

Bupati perempuan pertama di Maluku ini juga menegaskan, kegiatan Bazaar menyongsong Perayaan Natal 25 Desember 2023 dan Tahun Baru 1 Januari 2024, merupakan bentuk dari sikap saling peduli dan berbagi hidup dengan sesama terkhusus bagi umat Kristiani di Kabupaten Buru Selatan yang nanti merayakannya.  

"Bazaar Natal ini juga diharapkan akan meningkatkan komunikasi transaksi dan interaksi yang harmonis dalam menjalani rasa  kebersamaan dan sepenanggungan dengan demikian akan mempererat tali persaudaraan sebagai orang Basudara (Kai Wait) di Bumi Bipolo tercinta dalam bingkai Lolik Lalen Fedak Fena," sebutnya.

Hal terpenting dari pelaksanaan Bazaar, kata Soulisa, adalah bagaimana dapat menjaga stabilitas harga barang dan ketersedian stok barang kebutuhan pokok masyarakat sehingga tidak terjadi spekulasi harga yang dilakukan pelaku usaha menjelang hari- hari besar keagamaan menyebabkan terjadinya kenaikan harga yang tidak terkendali. Hal ini akan berpengaruh pada peningkatan laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi secara nasional dan khususnya di Bursel.

"Langkah Pemkab dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi  terus diupayakan melalui peningkatan investasi, peningkatan infrastruktur maupun program- program  pemberdayaan disegala bidang yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat dan menekan angka kemiskinan di daerah ini yang masih diatas 30 persen dari jumlah penduduk Buru Selatan," ujarnya.

Meningkatnya  harga barang disuatu wilayah, lanjut Soulisa, dapat berpengaruh  terhadap menurunnya daya beli masyarakat akan berdampak terhadap perhitungan indeks pembangunan manusia (IPM) di Butu Selatan. 

"Melalui kesempatan ini saya intruksikan kepada instansi terkait untuk melakukan koordinasi dan pengawasan secara rutin sehingga tidak terjadi kelangkaan diwaktu-waktu mendatang. Saya juga mintakan untuk tingkatkan pengawasan terhadap barang-barang kadaluarsa,  termasuk barang yang mengandung bahan berbahaya  sehingga tidak menggangu kenyamanan dan keselamatan masyarakat," tutup Soulissa.

Dalam kegiatan itu turut dihadiri Sekertaris Daerah Ruslan Makatita  dan pimpinan OPD ini juga, dilakukan pembagian bantuan untuk 500 kepala keluarga oleh bupati yang diterima secara simbolis oleh masyarakat Buru Selatan. (Edy) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai