Dukung Pemberdayaan KAT, Pemkab Bursel Bangun  Balai Sosial di Desa Wamsisi
Bupati Bursel, La Hamidi saat meletakan baru pertama pembanguan Balai Sosial di Desa Wamsisi, akhir pekan kemarin. --Edy/AT.
FaizalLestaluhu
11 May 2026 08:37 WIT

Dukung Pemberdayaan KAT, Pemkab Bursel Bangun  Balai Sosial di Desa Wamsisi

NAMROLE,AT-Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Dinas Sosial resmi memulai langkah nyata dalam pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan membangun fasilitas sosial di Dusun Manggadua, Desa Wamsisi, Kecamatan Waesama.

Proses peletakan batu pertama pembangunan  fasilitas sosial yakni MCK dan penyediaan  air bersih,  dilakukan Bupati Buru Selatan, La Hamidi Sabtu (9/5). Tak hanya pembangunan fisik, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan stimulan berupa paket sembako dan berbagai kebutuhan rumah tangga.

Adapun bantuan yang diberikan mencakup kursi, tempat tidur, kasur, selimut, hingga peralatan dapur lengkap guna mendukung kehidupan layak bagi warga penerima manfaat. 

La Hamidi disela- sela kegiatan peletakan batu pertama tersebut menyatakan, pembangunan  fasilitas sosial ini bukan sekadar  pembangunan fisik semata, melainkan upaya mengangkat potensi lokal masyarakat adat agar mandiri secara ekonomi.

"Masyarakat adat akan didorong untuk mengembangkan kreativitas seperti kerajinan tangan, berupa anyaman bambu   untuk pembuatan keranjang, topi, dan produk lokal lainnya sesuai dengan visi yakni pemberdayaan berbasis kearifan lokal ," ujarnya. 

Mantan wakil ketua DPRD Bursel ini menegaskan bahwa  pembangunan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Bursel, tidak hanya terbatas di Waesama.

"Pemerintah akan terus mendorong potensi ini. Bukan hanya di Waesama, tapi juga akan menjadi target kami di kecamatan-kecamatan lainnya di Buru Selatan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buru Selatan, Usman Ali Isan dalam menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperhatikan dan memberdayakan masyarakat adat di enam kecamatan.

"Hari ini kita awali dari Kecamatan Waesama. Harapan kami, di tahun mendatang seluruh kecamatan di Bursel dapat tersentuh oleh program pemberdayaan pemerintah secara merata," ujarnya.

Ia menjelaskan,   program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Kementerian Sosial Repubik Indonesia  dan Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan . Untuk tahap awal, tercatat ada 133 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di empat titik lokasi sebagai target sasaran, yakni dusun Fatiban, Desa Hote,  Dusun Mangga Dua, Desa Wamsisi, Dusun Lumara, Desa Waeteba serta Dusun Denalahin Desa Sim," terangnya. 

Ia pun  menekankan bahwa target besar pemerintah daerah ke depan adalah merelokasi masyarakat yang saat ini masih tinggal di dalam hutan ke dalam satu pemukiman yang terpadu.

"Tujuannya agar mereka bisa mendapatkan akses layanan dasar yang memadai, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga penerangan (listrik)," ungkapnya. 

"Balai Sosial yang dibangun nantinya tidak hanya menjadi tempat pertemuan, tetapi juga pusat pemberdayaan UMKM berbasis kearifan lokal," tandasnya. ( ESI)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai