Idrus : Pemda Harus Responsif
BULA,AT--Kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum Guru salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendapat kecaman keras dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) setempat.
Kasus rudapaksa dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini seakan menampar wajah pendidikan di daerah bertajuk Ita Wotu Nusa itu.
Sebelumnya, oknum kepala sekolah yang melakukan perbuatan bejat kepada mantan muridnya hingga hamil baru-baru ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres SBT. Kasus ini menambah daftar panjang guru sebagai pelaku kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur.
Anggota DPRD SBT, Idrus Wakano mengecam keras tindakan yang dilakukan para pendidik tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah harus melihat hal ini secara serius. Kata dia, pimpinan pada OPD terkait yakni Dinas Pendidikan dan Pemdes bidang Perilindungan Perempuan dan Anak(PPA) sama sekali tidak responsif menyikapi kasus seperti ini.
"Kita sudah banyak berbicara tentang pembangunan fisik infrastruktur. Tapi kita luput bicara soal pembangunan mental dan spritual masyarakat SBT, apa lagi ini dilakukan oleh ASN," tegas Idrus saat berikan atensi di Paripurna ke 13 dan 14 tahun,Jumat malam(12/9).
Dikatakan, dinas Pemdes bidang PPA dan Dinas Pendidikan sehrusnya sudah mengambil langkah proteksi sejak dini. Sehingga kasus seperti ini tidak terjadi di kemudian hari.
"Kasus oknum guru dua bulan terakhir menampar wajah pendidikan kita.Saya berharap masalah ini juga jadi prioritas. Soal proses hukum kami serahkan kepada aparat kepolisian. Tetapi proteksi dini dan pembinaan harus segera dilakukan," imbuhnya.
Sementara Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan, dirinya telah memerintahkan Sekda untuk melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
Ia mengaku,langkah pencegahan akan tetap dilakukan oleh pihak dinas terkait.
"Saya tidak ingin pegawai saya itu tidak memiliki karakter berbudi luhur. Ini sudah dua kali kita lakukan sidang kode edtik. Nah terkait dengan ini akan masuk di sidang kode etik berikutnya,"pungkasnya.(Jamal)
Dapatkan sekarang