AMBON, AT.--Sumber daya alam di desa-desa di Maluku cukup menjanjikan. Namun, potensi yang ada belum dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal.
Salah satu penyebabnya, kepala desa dan perangkat desa belum memiliki pengetahuan yang cukup terkait pengelolaan potensi di desa. Olehnya itu, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura Ambon menggelar Pelatihan Pengelolaan dan Pemanfaatan Potensi Desa lewat program "Kepala Desa Masuk Kampus" di ruang rapat senat lantai 4 Unpatti, beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah mengedukasi kepala desa dan aparat desa terkait pengelolaan keuangan desa, menggali dan mengembangkan potensi desa sesuai karakterististik dan ciri khasnya masing-masing serta melakukan penguatan terhadap kebijakan Dana Desa. Ini dilakukan
dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, memajukan perekonomian desa, dan mengurangi kemiskinan.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Dr. Erly Leiwakabessy, M.Si yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Bin Raudha A. Hanoeboen, SE.,ME saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, Unpatti dipilih dan dipercayakan untuk menyalurkan pengetahuan lewat pelatihan tersebut kepada 30 kepala dan perangkat desa dari empat daerah di Maluku, yakni Kota Ambon, Kabupatan Seram Bagian Timur, Kabupatan Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah.
"Hal ini membuktikan bahwa, ada upaya peningkatan sumber daya manusia dalam mengelola desa kedepannya. Sehingga, dibutuhkan peningkatan kapasitas terhadap SDM," katanya.
Pelatihan Pengelolaan dan Pemanfaatan Potensi Desa "Kepala Desa Masuk Kampus", DJPK – Kemenkeu menggandeng tiga kampus di Indonesia yakni Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Sriwijaya Palembang dan Universitas Pattimura Ambon.
Akademisi FEBIS Unpatti, Dr. Izaac T. Matitaputty mengaku, kegiatan ini merupakan terobosan yang sangat bagus sekali.
"Dengan adanya Kampus Merdeka, melibatkan banyak orang di luar kampus mengenal pengetahuan. Karena kita mempunyai base knowledge (pengetahuan dasar), sumber daya manusia. Lewat Dirjen Perimbangan Keuangan – Kementerian Keuangan RI, mereka peduli akan kades ini. Kepala desa harus pintar sehingga harus diberdayakan dengan pengetahuan oleh pihak perguruan tinggi," jelasnya.
Kegiatan yang berlangsung di lantai 4 auditorium FEBIS Unpatti secara hybrid itu diikuti 30 kepala desa. Sepuluh dosen FEBIS Unpatti menyampaikan materi pada pelatihan tersebut. (LMS)
Dapatkan sekarang