Disperindag Pantau Ketersediaan Kebutuhan Pokok Jelang Ramadan
Ilustrasi
Facebook
Admin
23 Feb 2022 11:29 WIT

Disperindag Pantau Ketersediaan Kebutuhan Pokok Jelang Ramadan

AMBON,AMBONTERKINI.-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku melakukan pemantauan dalam rangka stabilitasi harga dan ketersidiaan bahan kebutuhan pokok di Maluku jelang bulan Ramadan Tahun 2022.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku (Disperindag), Yahya Kotta mengatakan, situasi stabilitas harga bahan pokok di Maluku sampai menjelang Ramadan masih relatif terkendali. Hal tersebut dikarenakan sinergi bersama stakeholder terkait tentang stabilitas harga sembako berjalan cukup baik dan terkendali.

Olehnya itu, Kotta mengharapkan agar semua lembaga atau dinas terkait untuk bersama-sama memantau secara terus menerus kondisi ketersediaan bahan pokok jelang Ramdhan nanti.

"Kita harus fokus yaitu jelang puasa, maupun hari besar keagamaan. Itu harus di pantau supaya diketahui persis keadaan ketersediaan bahan pokok di masyarakat," ungkapnya

Menurut dia, pemantauan ketersiadaan maupun stabilitasi harga yang dilaksanakan ini untuk mendapatkan data ril di lapangan mengenai ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah Maluku.

"Berbagai persoalan dan kendala yang dihadapi oleh teman-teman di daerah harus terbuka soal kendala di lapangan. Misalnya soal pendistribusian dan sebagainya. Jadi kami harus mendapatkan data gambaran untuk ketersediaan bahan pokok jelang Ramadan," katanya.

Kotta menegaskan, stok bahan pokok jelang Ramadan aman dan terkendali namun yang perlu dikhawatrikan adalah masalah harga bahan pokok yang biasanya akan naik jelang perayaan hari besar. Oleh sebab itu dirinya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar masalah harga nantinya dapat diantisipasi jika terjadi lonjakan.

"Melihat gambaran saat ini stok bahan pokok aman dan terkendali, persoalannya harganya yang dikhawatirkan sebab jika dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggujawab maka harga akan naik dan ini akan kita antisipasi," jelasnya.

Menurut Kotta, meskipun harga-harga cukup terkendali seperti komoditas bahan pokok beras, gula pasir dan beberapa produk pabrikan cukup stabil, tetapi ada beberapa yang masih menjadi perhatian mereka, yakni menyamakan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng.

"Minyak goreng harga mulai naik beberapa bulan lalu, namun HETnya sudah ditentukan, yaitu Rp 14 per liter. Kemudian harga cabai pada beberapa bulan terakhir ini juga harganya tinggi. Beberapa komoditas tersebut diatas kedepan akan menjadi perhatian bersama, "terang dia.

Intinya, imbuh Kotta, pantauan ini merupakan upaya strategi menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok jelang Ramadan.

"Ramadan tidak lama lagi, pastinya akan ada lonjakan permintaan kebutuhan pokok yang cukup tinggi, makanya kami lakukan pantaun ini untuk mengantisipasi berbagai persoala jelang puasa, pungkas Kotta.(ZAL)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai