NAMROLE,AT-Dinas Sosial Kabupaten Buru Selatan hingga kini masih menunggu data terkait dengan jumlah rumah warga atau kepala keluarga yang terdampak banjir d Kecamatan Namrole dan Kecamatan Waesama. Di dua dua kecamatan berbeda itu, ratusan rumah warga terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak Minggu 13 hingga 14 Juli 2024.
"Jadi sampai sekarang kita masih menunggu data terkait dengan musibah banjir yang melanda dua kecamatan tersebut," ujar Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buru Selatan, Usman Ali Ikhsan kepada pers di Namrole kemarin.
Dikatakannya, saat ini Taruna Siaga Bencana (Tagana), staf Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Ketahanan Pangan telah diturunkan ke lapangan. Hanya saja tim sementara fokus di pusat Kecamatan Namrole untuk mendata warga masyarakat yang terdampak langsung bencana banjir. Sementara untuk Kecamatan Waesama masih menunggu data dari desa untuk selanjutnya disampaikan kecamatan.
"Kita masih tunggu data dari pihak kecamatan. Karena data ini akan menjadi patokan untuk penyaluran bantuan kepada korban bencana banjir di dua kecamatan tersebut," ujarnya.
Usman mengaku, selain melakukan pendataan keluarga terdampak banjir, pihaknya juga telah meminta camat untuk melakukan pendataan terhadap rumah warga yang rusak, baik itu berat, sedang maupun ringan. Langkah ini dilakukan agar bisa diusulkan ke pemerintah daerah untuk dilakukan penanganan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
"Kita data rumah dulu, nanti kalau ada anggaran maka akan dilakukan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, " sebutnya.
Terkait dengan kondisi cuaca yang masih ekstrim dengan curah hujan tinggi, Usman juga meminta masyarakat untuk berhati- hati dan meningkatkan kewaspadaan.
"Kondisi cuaca saat ini masih ekstrim. Jangan paksakan kehendak untuk melakukan aktivitas bila itu tidak terlalu penting. Hindari daerah yang rawan bencana baik di darat, laut maupun di daerah bantaran sungai maupun yang rawan terjadi bencana alam," ingatnya.(Edy)
Dapatkan sekarang