Dikerjakan Bos Uya, Jalan Hotmix Elpaputih Amburadul
Salah satu ruas jalan Hotmix di Kecamatan Elpaputih Pegununan, Kabupaten Seram Bagian Barat yang sudah rusak
Admin
05 Aug 2024 12:52 WIT

Dikerjakan Bos Uya, Jalan Hotmix Elpaputih Amburadul

AMBON, AT.— Proyek peningkatan Kapasitas Struktur Jalan ke Hotmix dari Desa Tala ke Desa Sumieth Pasinaro, serta dari Desa Sumieth ke Desa Watui, Kecamatan Elpaputih Pegunungan, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) masih menyisakan masalah. Dua proyek yang dikerjakan oleh seorang kontraktor Bernama Bos Uya, itu amburadul. 

Belum setahun dibangun, dua ruas jalan tersebut sudah rusak. Kualitas hormix yang dikerjakan oleh Bos Uya diragukan. 

Untuk proyek peningkatan kapasitas jalan Tala-Sumieth Pasinaro dikerjakan CV Leaci. Konsultannya CV Pesona Consultan. Proyeknya sebesar Rp8,993, 592,000, dibiayai dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023.

Sementara ruas jalan Sumieth-Watui dikerjakan CV Balung Permai, dengan konsultan juga CV Pesona Consultan. Proyeknya juga dibiayai DAK dengan total anggaran Rp8,572,642,000.

Pekerjaan Tala-Sumieth Pasinaro direncananya tuntas dalam 215 kalender kerja. Sementara untuk ruas jalan Sumieth - Watui waktu penyelesaiannya selama 150 kalender kerja.

Informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, CV Leaci dan CV Balung Permai tidak memiliki Asphalt Mixing Plant (AMP) untuk mengerjakan proyek hotmix tersebut. AMP adalah suatu tempat yang terdiri dari beberapa alat- alat berat dan mesin yang berfungsi untuk memproduksi beton aspel/ Hotmix dalam skala besar.

Masih berdasarkan informasi di Pemda SBB, yang disinkronkan dengan keterangan masyarakat setempat, bahwa dua proyek senilai Rp 17 miliar ini diborong oleh seorang kontraktor bernama Bos Uya selaku pemilik AMP. Mirisnya, Bos Uya bukan merupakan direktur utama pada dua CV dimaksud, tapi bisa memborong dua proyek bernilai belasan miliar itu.

Terkait informasi ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) royek dimaksud dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten SBB, Delvis Lekahena, yang dikonfirmasi Ambon Ekspres, Jumat (2/8) kemarin membenarkan bahwa dua CV yang menangani pekerjaan jalan di Elpaputih tidak memiliki AMP.

“Untuk dua paket ini memang menggunakan AMP milik Bos Uya, karena produk penawaran dalam proses tender memang menyewa AMP milik Bos Uya. Berarti Bos Uya yang bertanggungjawab untuk aspal ruas jalan ini. Penawaran kan bagian dari kontrak, jadi secara otomatis sudah sesuai dengan kontrak,”sambungnya.

Dijelaskannya, pekerjaan itu memang tendernya dimenangkan oleh dua CV tersebut, namun proses pengaspalannya dilakukan dari AMP milik Bos Uya. “Karena dia punya peralatan aspal dari AMP sampai dengan peralatan untuk gelar aspal dan finishing,”ujarnya.

“Sedangkan pekerjaan lain berupa bangunan pelengkap kan tanggung jawab perusahaan juga. Prinsipnya pekerjaan sudah selesai. Dan untuk urusan siapa yang kerja itu tidak perlu lagi dipersoalkan. BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) juga sudah periksa,”paparnya. 

Diberitakan sebelumnya, Edy Latu, warga Ahiolo, Kecamatan Elpaputih, mengaku kecewa dengan pekerjaan yang dilakukan kontraktor. Pasalnya sudah lebih satu tahun dikerjakan, proyek belum juga tuntas. Malah tidak lagi ada pekerjaan di lokasi proyek tersebut.

“Padahal kami sangat berharap banyak pembangunan jalan hotmix ini bisa selesai, sehingga kita masyarakat yang selama bertahun-tahun terisolasi, bisa merasakan manfaat pembangunan,” kata Edy.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten SBB bisa memperhatikan masalah ini. Keberadaan jalan ini sangat Dibutuhkan sekali oleh masyarakat, karena selama ini mereka hidup teriolasi akibat keterbatasan akses transportasi.

Kondisi ini, kata Edy, kian sulit ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi membuat jalan kian rusak, disamping tertimbun longsor. “Hujan pada Kamis (5/7/2024) lalu, membuat kerusakan jalan masyarakat kian sulit. Karena itu, kami minta Pemerintah menegur kontraktornya. Kita ini sangat membutuhkan jalan tersebut,” ungkap Edy. (ZAP)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai