Diguyur Hujar Deras, 8 Desa di Bursel Terendam Banjir
Warga terpaksa mengungsi ke tempat aman karena rumah mereka terendam banjir. --Edy/AT.
FaizalLestaluhu
04 Jul 2024 23:00 WIT

Diguyur Hujar Deras, 8 Desa di Bursel Terendam Banjir

NAMROLE,AT-Hujan deras disertai cuaca ekstrim melanda wilayah Kabupaten Buru Selatan dan sekitarnya menyebabkan ratusan rumah warga di sejumlah desa  terendam banjir.  

Kendati terendam banjir, tidak ada korban jiwa dalam musibah yang  yang terjadi Kamis (4/4).   Data yang diperoleh media ini, ratusan rumah warga yang terendam banjir akibat hujan deras selama tiga hari belakangan yakni di  Desa  Kampung Baru, Kecamatan  Ambalau. Desa  Air Ternate, Kecamatan  Kepala Madan, Desa Oki Lama, Desa Oki Baru , Desa  Leku, Desa Elfule,  Desa Waenono, Desa Kmanglale, Kecamatan Namrole serta dua dusun, yaitu Dusun Leahoni dan Dusun Fatiban, Kecamatan Waesama. 

Ketingian air  yang menggenangi rumah-rumah masyarakat  mencapai  lutut orang dewasa.  Warga yang rumahnya terendam banjir terpaksa mengungsi di sanak saudara mereka untuk mencari wilayah atau tempat yang aman dari genangan banjir.

Yono, salah seorang warga  Dusun Fatiban mengaku, banjir diakibatkan karena curah hujan yang tinggi dan terjadi dalam kurun waktu  yang lama.

“Banjir ini karena hujan terus menerus tanpa henti-hentinya sehingga mengakibatkan sungai yang  berada di dekat  pemukiman masyarakat  meluap dan mengenangi pemukiman masyarakat," ungkapnya kepada media ini, Kamis (4/4) . 

Untuk menghindari hal-hal  yang tidak dinginkan,  kata dia, masyarakat lebih memilih untuk mengungsi ke rumah sanak saudara yang tidak terendam banjir.

“Kami sudah minta untuk masyarakat yang rumahnya  terendam banjir agar mengungsi ke tempat yang aman. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan bersama,” beber dia. 

Rumah warga di Bursel terendam banjir. -Edy/AT.

Dirinya berharap, ada bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang rumahnya terendam banjir akibat curah hujan yang tingggi.

“Kepada pemerintah daerah terutama BPBD bisa turun langsung di lapangan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir,” harapnya. 

Hal yang sama juga dialami oleh masyarakat  di Desa Oki Lama. Di desa yang menjadi batas wilayah kecamatan Namrole dan Kecamatan Waesama ini, ketinggian air berada di betis orang dewasa.  Masyarakat di desa tersebut juga keluar  dari rumah mereka untuk memantau   ketinggian  banjir   sekaligus berjaga-jaga.  Kondisi yang sama juga terjadi dibeberapa desa baik di dalam wilayah kecamatan Namrole, maupun kecamaan Waesama, Ambalau, maupaun Kepala Madan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru Selatan Hadi Longga yang di konfirmasi media ini  membenarkan hal tersebut.

“Memang benar akibat curah hujan yang tinggi dengan kondisi cuaca ektstrim telah terjadi banjir di beberapa desa yang menggenangi pemukiman masyarakat dalam wilayah Bursel, " jelasnya.

“Desa-desa itu diantaranya Desa Kampung, Oki Lama, Oki Baru, Leku,  Elfulle, hingga Desa Waenono," sambungnya merincikan.

Terkait dengan kondisi cuaca ini, Longga meminta, masyarakat untuk  waspada karena potensi curah   hujan meningkat dan cuaca ekstrim di wilayah Buru Selatan.

“Masyarakat yang bermukim  di lereng gunung,  bantaran sungai, dan daerah rawan longsor  dihimbau untuk  berhati-hati dan waspada,” katanya mengingatkan. 

Selain itu imbuh Longa, masyarakat pengguna operator  jasa  transportasi laut,  nelayan,  dan masyarakat  yang beraktifitas  di pesisir pantai dan laut diimbau  untuk mewaspadai gelombang tinggi.

 “Waspada juga terhadap potensi  lain seperti  banjir, genagan  pohon tumbang  dan lain sebagainya," imbaunya. 

Ditanya soal jumlah keseluruhan rumah yang terendam banjir atau tergenang air akibat tingginya curah hujan, Longga mengaku  masih dilakukan pendapatkan.

“Untuk jumlahnya kita masih kita lakukan pendataan. Jika sudah selesai, maka akan disampaikan,”kuncinya.  (Edy) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai