NAMROLE,AT-Hujan deras disertai cuaca ekstrim melanda wilayah Kabupaten Buru Selatan dan sekitarnya menyebabkan ratusan rumah warga di sejumlah desa terendam banjir.
Kendati terendam banjir, tidak ada korban jiwa dalam musibah yang yang terjadi Kamis (4/4). Data yang diperoleh media ini, ratusan rumah warga yang terendam banjir akibat hujan deras selama tiga hari belakangan yakni di Desa Kampung Baru, Kecamatan Ambalau. Desa Air Ternate, Kecamatan Kepala Madan, Desa Oki Lama, Desa Oki Baru , Desa Leku, Desa Elfule, Desa Waenono, Desa Kmanglale, Kecamatan Namrole serta dua dusun, yaitu Dusun Leahoni dan Dusun Fatiban, Kecamatan Waesama.
Ketingian air yang menggenangi rumah-rumah masyarakat mencapai lutut orang dewasa. Warga yang rumahnya terendam banjir terpaksa mengungsi di sanak saudara mereka untuk mencari wilayah atau tempat yang aman dari genangan banjir.
Yono, salah seorang warga Dusun Fatiban mengaku, banjir diakibatkan karena curah hujan yang tinggi dan terjadi dalam kurun waktu yang lama.
“Banjir ini karena hujan terus menerus tanpa henti-hentinya sehingga mengakibatkan sungai yang berada di dekat pemukiman masyarakat meluap dan mengenangi pemukiman masyarakat," ungkapnya kepada media ini, Kamis (4/4) .
Untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan, kata dia, masyarakat lebih memilih untuk mengungsi ke rumah sanak saudara yang tidak terendam banjir.
“Kami sudah minta untuk masyarakat yang rumahnya terendam banjir agar mengungsi ke tempat yang aman. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan bersama,” beber dia.

Rumah warga di Bursel terendam banjir. -Edy/AT.
Dirinya berharap, ada bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang rumahnya terendam banjir akibat curah hujan yang tingggi.
“Kepada pemerintah daerah terutama BPBD bisa turun langsung di lapangan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir,” harapnya.
Hal yang sama juga dialami oleh masyarakat di Desa Oki Lama. Di desa yang menjadi batas wilayah kecamatan Namrole dan Kecamatan Waesama ini, ketinggian air berada di betis orang dewasa. Masyarakat di desa tersebut juga keluar dari rumah mereka untuk memantau ketinggian banjir sekaligus berjaga-jaga. Kondisi yang sama juga terjadi dibeberapa desa baik di dalam wilayah kecamatan Namrole, maupun kecamaan Waesama, Ambalau, maupaun Kepala Madan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru Selatan Hadi Longga yang di konfirmasi media ini membenarkan hal tersebut.
“Memang benar akibat curah hujan yang tinggi dengan kondisi cuaca ektstrim telah terjadi banjir di beberapa desa yang menggenangi pemukiman masyarakat dalam wilayah Bursel, " jelasnya.
“Desa-desa itu diantaranya Desa Kampung, Oki Lama, Oki Baru, Leku, Elfulle, hingga Desa Waenono," sambungnya merincikan.
Terkait dengan kondisi cuaca ini, Longga meminta, masyarakat untuk waspada karena potensi curah hujan meningkat dan cuaca ekstrim di wilayah Buru Selatan.
“Masyarakat yang bermukim di lereng gunung, bantaran sungai, dan daerah rawan longsor dihimbau untuk berhati-hati dan waspada,” katanya mengingatkan.
Selain itu imbuh Longa, masyarakat pengguna operator jasa transportasi laut, nelayan, dan masyarakat yang beraktifitas di pesisir pantai dan laut diimbau untuk mewaspadai gelombang tinggi.
“Waspada juga terhadap potensi lain seperti banjir, genagan pohon tumbang dan lain sebagainya," imbaunya.
Ditanya soal jumlah keseluruhan rumah yang terendam banjir atau tergenang air akibat tingginya curah hujan, Longga mengaku masih dilakukan pendapatkan.
“Untuk jumlahnya kita masih kita lakukan pendataan. Jika sudah selesai, maka akan disampaikan,”kuncinya. (Edy)
Dapatkan sekarang